Antony: Nilai Terjun Bebas Usai Gagal di MU, Bahagia di Betis

Mantan bintang Manchester United, Antony, kini memiliki nilai transfer kurang dari separuh harga belinya dulu, setelah mengalami periode sulit di Old Trafford dan menemukan kembali performanya di Real Betis.

antony-nilai-terjun-bebas-usai-gagal-di-mu-bahagia-di-betis

reddevilspulse – Kisah tragis mengenai kegagalan transfer di sepak bola seringkali menjadi sorotan, dan bagi Manchester United, nama Antony mungkin akan selalu terukir sebagai salah satu contoh paling mencolok. Didatangkan dengan biaya fantastis, nilai pasar sang pemain kini dikabarkan merosot drastis, jauh di bawah angka yang dirogoh klub untuk memboyongnya dari Ajax Amsterdam beberapa tahun lalu. Ironisnya, setelah meninggalkan Old Trafford, Antony justru menemukan kembali performa terbaiknya dan kebahagiaan di klub barunya, Real Betis.

Antony Manchester United

Anjloknya Nilai Transfer Sang Winger

Menurut laporan terbaru dari TransferMarkt, valuasi pasar Antony saat ini hanya berada di angka sekitar £34 juta. Angka ini merupakan penurunan yang sangat signifikan, kurang dari separuh dari £85.5 juta yang dibayarkan Manchester United untuk mendapatkan jasanya. Untuk konteks, biaya £85.5 juta tersebut merupakan rekor penjualan tertinggi dalam sejarah Eredivisie, sebuah catatan yang masih bertahan hingga empat tahun setelah kedatangannya di Old Trafford.

Kedatangan Antony ke Manchester United pada awalnya digadang-gadang sebagai salah satu rekrutan krusial. Ia diboyong langsung oleh manajer saat itu, Erik ten Hag, yang pernah bekerja sama dengannya di Ajax dan sangat memahami potensinya. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Masa baktinya di United diwarnai kesulitan dan ekspektasi yang gagal terpenuhi, menjadikannya salah satu pembelian termahal dengan dampak yang minim.

Petualangan Baru di Real Betis

Periode ‘mimpi buruk’ di Manchester United akhirnya berakhir ketika Antony dipinjamkan ke Real Betis pada pertengahan musim 2024/25. Kepindahan ini, yang kabarnya difasilitasi oleh Ruben Amorim yang saat itu melatih Betis, menjadi titik balik dalam kariernya. Di Spanyol, Antony seolah menemukan kembali sentuhan magisnya. Ia menunjukkan performa yang jauh lebih baik, mencetak sembilan gol dan menyumbangkan lima assist dalam 26 pertandingan.

Kontribusinya terbukti vital bagi Real Betis, membantu klub tersebut meraih tiket ke kompetisi Liga Europa UEFA. Penampilan impresifnya selama masa pinjaman meyakinkan pihak klub untuk mempermanenkannya. Pada musim berikutnya, Antony resmi bergabung secara permanen dengan Betis. Klub Spanyol itu membayar biaya transfer tetap sebesar £19 juta, dengan potensi tambahan £2.6 juta dalam bentuk bonus, angka yang jauh lebih realistis mengingat kondisi pasar dan performanya saat itu.

Musim Puncak dan Tiket Liga Champions

Karier Antony di Manchester United ditutup dengan catatan 12 gol dan lima assist dari total 96 penampilan di semua kompetisi. Statistik ini tentu saja jauh dari harapan yang disematkan padanya mengingat label harga yang tinggi. Namun, di Real Betis, ia berhasil membuktikan bahwa ia masih memiliki kualitas yang mumpuni. Musim 2025/26 menjadi musim terbaik dalam kariernya.

Baca Juga :

Dalam musim tersebut, Antony berhasil mencetak 14 gol dari 46 pertandingan, sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang winger. Lebih dari itu, gol-gol dan assistnya berperan besar dalam membawa Real Betis lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 21 tahun. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keputusan untuk meninggalkan Manchester United adalah langkah yang tepat bagi pemain berusia 26 tahun tersebut.

Refleksi Jujur dari Sang Pemain

Antony sendiri tidak menyembunyikan kebahagiaannya di Spanyol. Dalam wawancara dengan ESPN Brasil awal tahun ini, ia mengungkapkan perasaannya. ‘Itu adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya untuk tetap di Betis,’ ujarnya. ‘Saya sangat bahagia. Keluarga saya sangat memengaruhi keputusan ini. Melihat mereka bahagia itu penting. Hal itu membuat segalanya lebih ringan di lapangan saat keluarga baik-baik saja.’

Ia juga merefleksikan masa sulitnya di Manchester. Berbicara kepada CBF (Federasi Sepak Bola Brasil), Antony menggambarkan waktunya di Manchester sebagai ‘sulit’ dan bahkan sempat meragukan kemampuannya untuk mengatasi tekanan dan kritik yang terus-menerus ia terima. ‘Lihat, kuncinya bagi saya, tentu saja, adalah berpegang teguh pada Tuhan,’ kata Antony. ‘Saya sangat mementingkan ini, dan juga keluarga saya. Sejujurnya, selama masa sulit yang saya alami, saya bahkan meragukan diri sendiri. Saya pikir saya tidak akan melewati situasi itu. Keluarga saya selalu menyuruh saya tenang. ‘Tenang saja, ini adalah prosesnya’, kata mereka kepada saya. Proses itu menyakitkan, dan kita harus menerimanya.’

Kini, dengan kepala tegak, Antony melihat kembali perjalanannya dengan pandangan yang berbeda. ‘Hari ini saya memahami semua yang saya alami, ketahanan yang saya miliki setelah terpuruk di sana, tanpa harapan,’ lanjutnya. ‘Saya terus melakukan pekerjaan saya, saya terus bekerja untuk klub (Manchester United), saya terus melakukan bagian saya. Hari ini, saya melihat ke belakang dan melihat bahwa proses ini diperlukan. Saya merasa seperti orang yang jauh lebih dewasa, jauh lebih siap. Saya merasa seperti ayah yang lebih baik, suami yang lebih baik, dan pria yang lebih baik. Itu sepadan.’

Awal Musim 2026/27 yang Lambat

Meski telah menemukan kembali bentuk terbaiknya dan kebahagiaan di Real Betis, Antony menghadapi tantangan baru di awal musim 2026/27. Dalam lima pertandingan pertama Betis musim ini, ia belum berhasil mencetak gol maupun menyumbangkan assist. Ini menunjukkan bahwa konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah bagi setiap pemain, bahkan setelah menemukan ‘rumah’ baru yang nyaman.

Perjalanan Antony dari rekrutan termahal yang meredup di Old Trafford hingga menjadi bintang yang bersinar di Spanyol dengan nilai pasar yang jauh lebih rendah, menjadi pelajaran berharga. Bagi Manchester United, ini mungkin mengingatkan pentingnya penilaian yang cermat dalam investasi transfer, sementara bagi Antony, ini adalah kisah tentang ketahanan, adaptasi, dan menemukan kembali gairah dalam sepak bola di tengah tekanan yang masif.

1 thought on “Antony: Nilai Terjun Bebas Usai Gagal di MU, Bahagia di Betis

Comments are closed.