Zirkzee Berpotensi Ikuti Jejak Anderson ke Fiorentina

Joshua Zirkzee dikabarkan semakin dekat menuju Fiorentina dengan skema pinjaman. Jika terwujud, ia akan menjadi pemain kedua Manchester United yang dipinjam La Viola setelah Anderson.

zirkzee-potensi-pindah-fiorentina

reddevilspulseZirkzee ke Fiorentina berpotensi menjadi salah satu perkembangan transfer yang penting bagi Manchester United menjelang tenggat waktu Selasa. Joshua Zirkzee dikabarkan kian dekat kembali ke Serie A setelah Fiorentina mendorong kesepakatan peminjaman untuk penyerang asal Belanda tersebut.

Zirkzee ke Fiorentina

Fiorentina Dorong Kesepakatan Pinjaman

Fiorentina disebut menginginkan Zirkzee melalui skema peminjaman lebih dulu. Hingga kini, proses tersebut belum berarti sang pemain telah resmi meninggalkan Old Trafford. Namun, ketertarikan La Viola memberi indikasi bahwa masa depan Zirkzee di United sedang menjadi perhatian serius menjelang penutupan bursa.

Bagi Zirkzee, kepindahan ke Italia akan berarti kembali ke lingkungan sepak bola yang sudah dikenalnya. Serie A dapat menawarkan panggung baru bagi sang penyerang untuk mencari ritme permainan, kepercayaan diri, dan menit bermain yang dibutuhkan untuk mengembangkan kontribusinya.

Dari sudut pandang Manchester United, kesepakatan pinjaman berpotensi menjadi jalan tengah apabila klub dan pemain sama-sama memerlukan solusi jangka pendek. United tentu perlu mempertimbangkan kedalaman pilihan di lini depan sebelum menyetujui kepergian seorang penyerang, terutama ketika musim masih menyisakan banyak tuntutan di berbagai kompetisi.

Zirkzee ke Fiorentina Bisa Mengulang Sejarah Anderson

Apabila transfer itu benar-benar rampung, Zirkzee akan menjadi pemain kedua Manchester United yang bergabung dengan Fiorentina sebagai pemain pinjaman. Nama pertama yang pernah menempuh jalur serupa adalah Anderson, gelandang Brasil yang membela United pada era Sir Alex Ferguson.

Anderson tiba di Old Trafford sebagai talenta muda dari FC Porto. Selama membela United, ia menjadi bagian dari skuad yang memenangi empat gelar Premier League dan Liga Champions. Karakternya yang berani serta ketenangannya ketika mengambil penalti pada final Liga Champions 2008 membuatnya punya tempat tersendiri di ingatan para pendukung.

Meski demikian, perjalanan Anderson bersama United tidak selalu berjalan mulus. Masalah cedera turut memengaruhi perannya, sementara situasinya semakin sulit setelah ia tidak lagi menjadi pilihan utama pada paruh pertama musim 2013/14 di bawah David Moyes.

Masa Singkat Anderson di Florence

Pada Januari 2014, Anderson pindah ke Fiorentina dengan status pinjaman saat berusia 25 tahun. Kepindahan itu menjadi tantangan baru setelah bertahun-tahun hidup di Manchester. Ia ketika itu menyampaikan kegembiraannya atas sambutan yang diterimanya di Italia dan menegaskan keinginannya membantu tim serta pelatih dengan kemampuan terbaiknya.

Baca Juga :

Akan tetapi, masa pinjaman Anderson di Florence tidak menghasilkan perubahan besar. Ia hanya mencatatkan delapan penampilan selama lima bulan, dengan empat di antaranya berasal dari bangku cadangan. Dalam periode tersebut, Fiorentina hanya memenangi tiga pertandingan ketika Anderson tampil, dan sang gelandang tidak menyumbang gol maupun assist.

Fiorentina tetap menjalani musim yang cukup baik secara keseluruhan. La Viola menutup Serie A di posisi keempat, menjadi runner-up Coppa Italia, dan mencapai babak 16 besar Liga Europa. Namun, kontribusi Anderson tidak cukup meyakinkan klub untuk mengaktifkan opsi pembelian yang tercantum dalam kesepakatan pinjamannya.

Kembalinya Anderson ke Old Trafford

Anderson kembali ke Manchester United untuk musim 2014/15, tetapi keadaan klub telah berubah. Moyes sudah tidak lagi menjabat sebagai manajer, sedangkan Louis van Gaal mengambil alih setelah Ryan Giggs menjalani masa singkat sebagai pelatih interim.

Kembalinya Anderson pun tidak berlangsung ideal. Ia tidak masuk dalam skuad berisi 25 pemain untuk tur pramusim ke Amerika Serikat karena mengalami masalah pada betis saat latihan. Nomor punggungnya juga berubah menjadi 28 setelah nomor 8 diberikan kepada Juan Mata pada Januari 2014.

Penampilan pertamanya pada musim tersebut terjadi dalam kekalahan 4-0 dari MK Dons di Piala Liga. Laga terakhirnya untuk United kemudian hadir saat bermain sebagai pemain pengganti selama 20 menit dalam hasil imbang tanpa gol melawan Burnley di Turf Moor.

Setelah itu, Anderson mengakhiri perjalanan tujuh tahunnya sebagai pemain United dengan bergabung ke Internacional secara gratis pada bursa transfer Januari. Kisahnya memperlihatkan bahwa peminjaman ke Fiorentina tidak selalu berujung pada transfer permanen atau kebangkitan instan bagi seorang pemain.

Peluang Baru untuk Zirkzee

Situasi Zirkzee tentu berbeda dengan Anderson, baik dari posisi bermain maupun fase kariernya. Namun, sejarah tersebut tetap memberi gambaran bahwa Fiorentina pernah menjadi tujuan bagi pemain United yang membutuhkan kesempatan baru di Italia.

Bila Zirkzee benar-benar menuju Florence, masa pinjamannya akan dinilai dari sejauh mana ia mampu memberi dampak di lini serang Fiorentina. Bagi United, keputusan itu juga akan bergantung pada apakah kepergian sementara sang pemain dapat membantu perkembangan kariernya tanpa merugikan kebutuhan skuad di Old Trafford.

Untuk saat ini, Zirkzee ke Fiorentina masih berada pada tahap yang belum resmi. Dorongan Fiorentina untuk menyelesaikan pinjaman sebelum tenggat Selasa membuat perkembangan berikutnya layak dipantau, terutama karena hasil pembicaraan tersebut dapat memengaruhi opsi Manchester United di lini depan.

2 thoughts on “Zirkzee Berpotensi Ikuti Jejak Anderson ke Fiorentina

Comments are closed.