Third Kit MU Putih Dipakai Lawan Como di Liga Champions
Manchester United akan mengenakan third kit MU berwarna putih saat bertandang ke Como di Liga Champions. Seragam ini membawa inspirasi dari arsitektur dan sejarah komunitas muda Manchester.
reddevilspulse – Manchester United akan mengenakan third kit MU berwarna putih ketika menghadapi Como di Liga Champions. Pemilihan seragam ini memberi tampilan berbeda bagi pasukan Michael Carrick dalam laga tandang di Giuseppe Sinigaglia, dengan kick-off dijadwalkan berlangsung pukul 17.45 waktu Inggris.

Warna putih untuk perjalanan Eropa
Seragam putih tersebut merupakan kostum ketiga Manchester United untuk musim 2026-27, yang diproduksi Adidas dan diperkenalkan pada Agustus menjelang dimulainya kampanye Premier League. United tetap memakai warna merah sebagai identitas utama di Old Trafford, sementara seragam biru digunakan untuk sejumlah pertandingan tandang domestik.
Pemakaian kostum ketiga di kompetisi Eropa membuat United kembali menghadirkan warna putih dalam panggung Liga Champions. Bagi pendukung, ini bukan sekadar pergantian seragam, melainkan bagian dari identitas visual klub yang pernah muncul pada beberapa periode penting dalam sejarah modern Setan Merah.
United sudah sempat mengenakan seragam putih itu pada akhir rangkaian pramusim ketika menghadapi AC Milan. Laga uji coba tersebut berakhir dengan kekalahan 2-4, tetapi penampilan pertama kostum ini memberi gambaran mengenai kombinasi warna yang akan kembali terlihat ketika United bertandang ke Italia untuk menghadapi Como.
Third kit MU mengambil inspirasi dari Manchester
Desain seragam ini tidak hanya menjadikan putih sebagai warna dominan. Adidas turut memasukkan aksen hijau dan merah tua yang berkaitan dengan lanskap kota Manchester. Palet tersebut dirancang untuk menangkap karakter bangunan-bangunan lama di kota, terutama unsur bata merah, pipa hijau, kusen jendela, serta detail arsitektur yang masih mudah ditemukan di sejumlah kawasan.
Aksen merah tua pada kostum mengarah pada warna bata bangunan khas Manchester. Sementara itu, garis hijau mengambil rujukan dari elemen-elemen struktural yang kerap muncul pada bangunan tua, termasuk pipa dan tepian jendela. Hasilnya adalah desain yang tidak sekadar mengandalkan penampilan bersih dari warna putih, melainkan membawa narasi lokal yang spesifik.
Inspirasi tersebut juga dikaitkan dengan lokasi peluncuran seragam, yakni Salford Lads and Girls Club di Ordsall. Tempat itu memiliki hubungan kuat dengan sejarah komunitas muda di wilayah Manchester. Nilai tentang generasi muda dan komunitas pekerja menjadi bagian dari cerita yang ingin diangkat melalui seragam ketiga United musim ini.
Baca Juga :
- Raphael Varane Ungkap Alasan Mundur dari Proyek Sir Jim Ratcliffe di United
- Como vs Manchester United: Ujian untuk Bangkit di Eropa
Jejak seragam putih dalam sejarah United
Warna putih bukan hal baru bagi Manchester United dalam kompetisi elite Eropa. Klub pernah menggunakannya pada musim 2007-08 di era Sir Alex Ferguson. Seragam putih juga kembali muncul pada kampanye 2015-16 ketika Louis van Gaal menangani tim.
Karena itu, pemakaian warna tersebut di Liga Champions musim ini dapat dipandang sebagai kelanjutan dari pilihan desain yang pernah menjadi bagian perjalanan United di Eropa. Meski setiap era memiliki konteks dan skuad yang berbeda, seragam putih tetap memberi nuansa tersendiri karena kontras dengan warna merah yang selama ini begitu melekat pada klub.
Bagi skuad saat ini, tentu warna kostum tidak menentukan hasil pertandingan. Namun, keputusan mengenakannya di Como memperjelas bahwa seragam ketiga ini disiapkan untuk memperoleh panggung dalam perjalanan Eropa United. Identitas yang dibawa desain itu pun akan tampil langsung dalam pertandingan kompetitif, bukan hanya materi promosi atau agenda pramusim.
Kembali ke Liga Champions bersama Carrick
Manchester United kembali berkompetisi di Liga Champions setelah finis di posisi ketiga Premier League musim lalu. Kepastian itu diraih pada masa Michael Carrick menjalankan tugas sebagai pelatih interim, sebuah periode yang membawa United kembali ke jalur Eropa setelah absen dari turnamen tersebut pada musim 2024-25.
Penampilan terakhir United di Liga Champions sebelumnya terjadi pada musim 2023-24, ketika Erik ten Hag masih menjadi manajer. Kembalinya klub ke kompetisi ini memberi tuntutan yang berbeda, baik dari sisi kualitas lawan maupun kebutuhan menjaga konsistensi di tengah jadwal domestik yang padat.
Laga melawan Como menjadi bagian dari tantangan tersebut. Bermain di Giuseppe Sinigaglia menempatkan United dalam atmosfer tandang Italia, dan tim Carrick perlu menunjukkan kesiapan mereka di panggung Eropa tanpa memandang pilihan warna seragam yang dikenakan.
Identitas kota dibawa ke panggung Italia
Pemilihan third kit MU untuk laga ini membuat cerita tentang Manchester ikut dibawa ke Como. Warna putih, hijau, dan merah tua pada seragam itu sengaja dirancang sebagai penghormatan kepada kota asal klub, termasuk sejarah bangunan serta institusi yang selama lebih dari satu abad mendukung komunitas muda dan kalangan pekerja.
Bagi para pendukung United di Indonesia, seragam baru ini akan menjadi salah satu detail menarik dari perjalanan klub di Liga Champions. Namun fokus utama tetap berada pada performa tim di lapangan. Kostum dapat menandai momen, sedangkan hasil dan cara United menghadapi Como akan menentukan seberapa bermakna malam Eropa tersebut bagi perjalanan musim mereka.

1 thought on “Third Kit MU Putih Dipakai Lawan Como di Liga Champions”
Comments are closed.