Scholes Soroti Urutan Rebuild INEOS yang Dinilai Terbalik

Paul Scholes mempertanyakan urutan rebuild INEOS di Manchester United. Ia menilai perbaikan lini tengah dan pertahanan seharusnya menjadi fondasi sebelum fokus besar dialihkan ke sektor lain.

scholes-soroti-rebuild-ineos

reddevilspulse – Paul Scholes mempertanyakan arah rebuild INEOS di Manchester United, khususnya terkait urutan prioritas perombakan skuad sejak kelompok pimpinan baru mengambil alih kendali sepak bola klub pada musim dingin 2024. Mantan gelandang United itu melihat ada kejanggalan dalam cara Setan Merah membangun ulang tim: lini tengah dan pertahanan, dua area yang seharusnya menjadi fondasi, justru tidak dibereskan sejak awal.

rebuild INEOS

Scholes melihat fondasi tim belum kokoh

Dalam pandangan Scholes, proyek membangun skuad idealnya dimulai dari belakang. Sebuah tim membutuhkan struktur bertahan yang stabil, bek yang mampu menjaga konsistensi, serta lini tengah yang dapat melindungi area tersebut. Setelah fondasi itu terbentuk, klub baru memiliki ruang lebih aman untuk mengembangkan serangan dan meningkatkan kualitas di sepertiga akhir lapangan.

Manchester United memang menjalani beberapa fase berbeda dalam jendela transfer sejak INEOS terlibat. Musim panas 2024 berlangsung ketika struktur internal klub masih bergerak dan mencari bentuk. Pergantian serta penyesuaian peran di balik layar membuat arah perekrutan tidak sepenuhnya tampak seragam. Beberapa pemain bertahan didatangkan, tetapi kedatangan Joshua Zirkzee juga menunjukkan bahwa kebutuhan di lini depan tetap mendapat perhatian.

Scholes tidak menilai setiap langkah tersebut sebagai kesalahan. Namun, ia mempertanyakan urutan besarnya. Ketika United masih sering terlihat rapuh tanpa penguasaan bola, investasi atau perhatian yang lebih cepat terhadap stabilitas pertahanan dinilai dapat memberikan dampak lebih mendasar bagi keseluruhan permainan tim.

Fokus serangan berubah drastis pada 2025

Perubahan paling jelas terlihat pada musim panas 2025, ketika United mengarahkan energi besar untuk membenahi lini serang. Fokus tersebut menghasilkan dampak yang positif terhadap pencapaian tim, dengan United mengakhiri musim di posisi ketiga. Dari sisi hasil, keputusan memperkuat daya serang tentu dapat dipahami karena tim membutuhkan ancaman gol yang lebih konsisten untuk bersaing di papan atas.

Meski demikian, keberhasilan finis ketiga tidak otomatis menghapus persoalan struktural yang masih tersisa. Scholes menilai United seharusnya tidak mengabaikan fakta bahwa pertahanan yang kurang meyakinkan akan terus menciptakan risiko, terutama ketika tim menghadapi lawan dengan kualitas serangan tinggi atau saat pertandingan berjalan tanpa kontrol penuh dari lini tengah.

Menurutnya, membangun tim dari pertahanan merupakan pola yang lazim diterapkan oleh klub-klub yang ingin memiliki daya saing jangka panjang. Ia mencontohkan Arsenal sebagai tim yang lebih dahulu memperbaiki basis pertahanannya dalam beberapa tahun terakhir, sebelum berkembang menjadi kelompok yang lebih lengkap di semua lini.

Rebuild INEOS baru menyentuh lini tengah

Musim panas 2026 kemudian memperlihatkan motif yang lebih jelas untuk membangun ulang lini tengah. Area ini memang telah lama menjadi pembahasan penting di Old Trafford karena berpengaruh langsung terhadap banyak aspek permainan: kemampuan menguasai tempo, perlindungan di depan bek, progresi bola, hingga efektivitas saat melakukan tekanan.

Scholes mengakui bahwa pembenahan lini tengah akhirnya dilakukan, tetapi ia merasa hal itu datang terlambat dalam urutan proyek. Baginya, jika sebuah klub memiliki sumber daya untuk menyusun ulang tim, titik awal paling masuk akal adalah memastikan pertahanan dan poros tengah cukup kuat. Setelah itu, kualitas individu di lini serang bisa bekerja dalam kerangka yang jauh lebih sehat.

Baca Juga :

Ia menyampaikan bahwa United saat ini masih berisiko kebobolan karena masalah pertahanannya belum sepenuhnya terselesaikan. Pernyataan tersebut bukan sekadar kritik terhadap para pemain belakang. Lini pertahanan tidak bekerja sendirian; mereka dipengaruhi oleh jarak antarlini, kemampuan gelandang merebut bola, transisi setelah kehilangan penguasaan, serta koordinasi seluruh tim ketika lawan menyerang.

Masalah bertahan dapat membebani seluruh tim

Bagi Manchester United, konsekuensi dari pertahanan yang belum solid bisa terasa jauh melampaui jumlah gol yang kebobolan. Ketidakpastian di belakang dapat memaksa lini tengah bermain lebih berhati-hati, membatasi kebebasan pemain depan untuk menekan, dan membuat tim mudah kehilangan momentum ketika lawan mampu menyerang balik.

Situasi seperti itu juga membuat tuntutan terhadap sektor lain semakin berat. Lini serang dituntut mencetak lebih banyak gol untuk menutup kelemahan defensif, sementara lini tengah harus menjalankan dua pekerjaan sekaligus: menciptakan permainan dan mengamankan wilayah sendiri. Dalam jangka panjang, keseimbangan semacam ini sulit dipertahankan jika komposisi pertahanan tidak mengalami perbaikan yang memadai.

Karena itu, komentar Scholes menyoroti persoalan perencanaan, bukan hanya satu posisi tertentu. INEOS dinilai telah mencoba menjawab kebutuhan tim secara bertahap, tetapi tahapan tersebut belum tentu mengikuti urutan yang paling menguntungkan United. Ketika serangan dibenahi lebih dahulu dan lini tengah baru menjadi fokus setelahnya, pertahanan kini berpotensi menjadi agenda berikutnya yang harus ditangani.

Michael Carrick menghadapi tugas yang tidak ringan

Keadaan ini menempatkan Michael Carrick dalam posisi sulit. Ia harus menemukan cara membuat tim tampil kompetitif dengan susunan skuad yang masih menyisakan pekerjaan besar di area bertahan. Perbaikan lini tengah dapat membantu mengurangi tekanan kepada para bek, tetapi proses tersebut tidak serta-merta menghilangkan semua kelemahan yang telah terlihat.

Carrick membutuhkan keseimbangan antara menjaga ambisi United di lapangan dan mengelola keterbatasan yang masih ada. Ia dapat memanfaatkan pembenahan di lini tengah untuk memperbaiki kontrol pertandingan, tetapi organisasi bertahan tetap akan menjadi salah satu ukuran penting dalam menilai kemajuan tim.

Bagi para pendukung, poin utama dari kritik Scholes adalah bahwa rebuild tidak hanya soal mendatangkan pemain berkualitas pada posisi yang sedang disorot. United memerlukan susunan tim yang saling mendukung. Penyerang membutuhkan pasokan dan perlindungan, gelandang membutuhkan struktur di belakangnya, sementara bek membutuhkan organisasi yang jelas dari seluruh unit.

Agenda pertahanan berpotensi menjadi prioritas berikutnya

Jika perombakan pertahanan benar-benar menjadi fokus berikutnya, United harus memastikan keputusan yang diambil tidak lagi bersifat reaktif. Kebutuhan untuk memperbaiki lini belakang akan terasa lebih mendesak apabila kebocoran pertahanan terus menahan perkembangan tim, bahkan ketika sektor tengah dan serangan menunjukkan kemajuan.

Scholes menilai langkah yang lebih ideal seharusnya dimulai dari fondasi. Namun, proyek rebuild INEOS masih berjalan dan United tetap memiliki kesempatan memperbaiki urutannya pada fase berikutnya. Tantangan utamanya adalah memastikan setiap tambahan atau perubahan benar-benar menjawab kebutuhan sistem, bukan sekadar menutup masalah yang paling baru terlihat.

Perjalanan menuju tim yang stabil tidak akan ditentukan oleh satu jendela transfer saja. Bagi United, perbaikan pertahanan dapat menjadi bagian yang menentukan apakah kemajuan di lini serang dan lini tengah mampu berubah menjadi konsistensi yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.

1 thought on “Scholes Soroti Urutan Rebuild INEOS yang Dinilai Terbalik

Comments are closed.