Sancho, Pogba, dan Martial Kini Sama-Sama Tanpa Klub
Jadon Sancho, Paul Pogba, dan Anthony Martial, tiga mantan rekrutan mahal Manchester United, memulai musim 2026/27 tanpa klub. Situasi mereka mencerminkan perjalanan karier yang sangat berbeda setelah meninggalkan Old Trafford.
reddevilspulse – Tiga mantan pemain MU dengan nilai transfer dan ekspektasi besar, Jadon Sancho, Paul Pogba, serta Anthony Martial, kini berada dalam situasi yang sama pada awal musim 2026/27: belum memiliki klub. Jalan yang membawa ketiganya ke titik ini memang berbeda, tetapi kisah mereka kembali mengingatkan betapa sulitnya menjaga konsistensi setelah datang ke Old Trafford dengan reputasi tinggi.

Mantan pemain MU menghadapi masa depan tak pasti
Manchester United cenderung lebih terukur dalam belanja pemain pada musim panas 2026 dibandingkan sejumlah klub lain di pasar transfer. Namun, perhatian juga tertuju kepada beberapa nama besar yang pernah menjadi investasi penting klub, tetapi kini justru masih mencari pelabuhan baru sebelum batas akhir bursa transfer.
Sancho, Pogba, dan Martial pernah diproyeksikan menjadi sosok sentral dalam era masing-masing di United. Ketiganya memiliki kualitas, momen positif, dan basis pendukung sendiri saat mengenakan seragam merah. Akan tetapi, hasil akhir dari perjalanan mereka di Manchester tidak sepenuhnya memenuhi harapan besar yang menyertai kedatangan mereka.
Bagi United, kondisi tiga nama tersebut tidak lagi berpengaruh langsung terhadap komposisi skuad saat ini. Meski begitu, kisah mereka tetap relevan karena menjadi bagian dari evaluasi jangka panjang klub dalam perekrutan pemain, pengelolaan talenta, serta pentingnya kecocokan karakter dengan tuntutan bermain di Old Trafford.
Jadon Sancho belum menemukan tempat baru
Jadon Sancho dilepas Manchester United pada 2026. Penampilan terakhirnya di Premier League untuk klub terjadi pada 2023, meski ia masih sempat tampil dalam Community Shield pada 2024. Setelah itu, perjalanan sang winger dipenuhi periode peminjaman di Borussia Dortmund, Chelsea, dan Aston Villa.
Pada usia 26 tahun, Sancho sebetulnya masih berada dalam fase yang semestinya memungkinkan seorang pemain menyerang membangun kembali kariernya. Tidak ada persoalan cedera besar yang disebut menjadi penghalang utamanya. Karena itu, belum adanya klub baru pada awal musim 2026/27 membuat masa depannya menjadi perhatian.
Masalah Sancho selama periode di United lebih banyak berkaitan dengan persepsi mengenai sikap, intensitas, dan responsnya terhadap tantangan. Ia kesulitan menunjukkan performa yang konsisten di Premier League, sementara hubungannya dengan lingkungan tim juga menjadi bagian dari perjalanan yang membuat kariernya di Manchester berakhir tanpa pemulihan berarti.
Keengganan klub-klub untuk segera mengamankan jasanya memperlihatkan bahwa Sancho masih harus meyakinkan pasar bahwa ia dapat kembali menjadi pemain yang disiplin, fokus, dan menentukan. Kemampuan teknisnya tidak pernah benar-benar diragukan, tetapi sepak bola level tertinggi menuntut lebih dari sekadar bakat dalam menguasai bola atau menciptakan peluang.
Paul Pogba dan karier yang diganggu cedera
Paul Pogba tetap menjadi rekrutan termahal dalam sejarah Manchester United. Kepulangannya pada musim 2016/17 langsung menghasilkan kontribusi terhadap keberhasilan klub menjuarai Liga Europa dan Piala Liga. Pada level internasional, ia juga mencapai puncak ketika membantu Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.
Namun, periode setelahnya tidak berkembang sesuai harapan. Cedera menjadi faktor besar dalam perjalanan Pogba di United, terutama pada tiga musim terakhirnya. Dalam rentang tersebut, rata-rata jumlah penampilannya berkurang 15 pertandingan per musim. Ia juga tidak pernah terlibat dalam kemenangan fase gugur Liga Champions bersama United.
Baca Juga :
- Antonio Valencia Beberkan Alasan Lepas Nomor 7 Man United
- Wayne Rooney Tolak Mentah Ide Michael Owen Soal Agen Kai Putranya
Setelah meninggalkan Manchester, Pogba sempat menjalani periode bersama Juventus dan Monaco. Kariernya juga sempat terhenti selama satu musim akibat larangan bermain yang berkaitan dengan tuduhan doping. Hambatan fisik kembali menjadi masalah ketika ia berusaha membangun ulang karier bersama Monaco.
Pogba hanya mencatat enam penampilan untuk klub Ligue 1 tersebut sebelum akhirnya dilepas setelah mengalami kemunduran cedera pada bulan ini. Kini berusia 33 tahun, mantan gelandang United itu menghadapi tantangan yang sangat berbeda dibandingkan ketika ia kembali ke Old Trafford sebagai salah satu gelandang paling menarik di Eropa.
Jika Sancho harus mengubah persepsi mengenai dirinya, Pogba perlu menemukan lingkungan yang mampu memberinya kesempatan bermain tanpa mengabaikan realitas kondisi fisik. Rekam jejak dan kualitasnya tetap besar, tetapi klub mana pun tentu harus mempertimbangkan risiko yang menyertai langkah merekrutnya.
Anthony Martial kehilangan momentum di Meksiko
Anthony Martial meninggalkan Manchester United pada 2024, meski ada pandangan bahwa perpisahan itu seharusnya terjadi lebih awal. Saat direkrut pada 2015, Martial datang sebagai penyerang muda dengan prospek tinggi dan sempat memperlihatkan kemampuan yang membuatnya dianggap dapat menjadi bagian penting masa depan tim.
Sepanjang kariernya di United, Martial mencetak 90 gol dalam 317 pertandingan. Angka itu menunjukkan bahwa ia tetap memberikan kontribusi bernilai, terutama pada beberapa fase ketika ia tampil tajam dan menjadi opsi penting di lini depan. Namun, masalah cedera berulang membuat ritmenya terus terganggu dan menghambat kesinambungan performa.
Setelah meninggalkan Inggris, Martial sempat bermain untuk AEK Athens sebelum bergabung dengan Monterrey pada musim panas lalu. Kepindahan ke Meksiko diharapkan dapat memberinya kesempatan menghidupkan kembali karier, tetapi masa tinggalnya tidak berlangsung sesuai rencana.
Ia hanya mencetak satu gol dalam 20 pertandingan bersama Monterrey. Sebagai pemain dengan profil besar, Martial mendapat sorotan tinggi dan akhirnya dilepas. Pada usia 30 tahun, ia masih lebih muda daripada Pogba, tetapi kebutuhan untuk menemukan klub yang tepat menjadi sangat mendesak agar kariernya tidak semakin menjauh dari level yang pernah ia capai.
Pelajaran penting bagi strategi rekrutmen United
Tiga cerita ini tidak bisa disamakan sepenuhnya. Sancho mengalami persoalan yang lebih berkaitan dengan konsistensi dan penilaian terhadap profesionalismenya. Pogba bergulat dengan cedera yang membatasi potensinya, sedangkan Martial tidak pernah lepas dari masalah kebugaran yang menghalangi keberlanjutan performa.
Namun, ada benang merah yang penting bagi Manchester United. Perekrutan pemain berharga tinggi membutuhkan lebih dari penilaian terhadap kualitas individu. Klub harus mempertimbangkan kesiapan mental, riwayat fisik, kemampuan beradaptasi dengan tekanan, serta kecocokan seorang pemain terhadap tuntutan kompetisi dan budaya tim.
United tidak dapat mengubah masa lalu ketiga pemain tersebut, tetapi pengalaman ini layak menjadi pengingat ketika klub mengambil keputusan besar di masa depan. Skuad yang kompetitif tidak dibangun hanya dengan nama terkenal, melainkan dengan pemain yang mampu tersedia secara konsisten, menerima tanggung jawab, dan berkembang dalam lingkungan bertekanan tinggi.
Bagi Sancho, Pogba, dan Martial, bursa transfer masih menjadi kesempatan untuk membuka babak baru. Mereka pernah memiliki peran penting dalam percakapan seputar Manchester United. Kini, tantangan mereka adalah membuktikan bahwa perjalanan karier masing-masing belum benar-benar berakhir.
