Pascal Gross Jadi Ancaman Utama MU di Piala Liga
Manchester United perlu membatasi pengaruh Pascal Gross saat Brighton datang ke Old Trafford di putaran ketiga Piala Liga. Gelandang Jerman itu memiliki catatan gol dan assist yang mengkhawatirkan melawan Setan Merah.
reddevilspulse – Manchester United akan memulai perjalanan mereka di Piala Liga dengan menjamu Brighton di Old Trafford pada Rabu malam, tetapi perhatian besar perlu diberikan kepada Pascal Gross. Gelandang asal Jerman itu memiliki riwayat yang sangat menonjol ketika berhadapan dengan Setan Merah dan kembali menjadi salah satu sumber ancaman utama tim tamu.

Pascal Gross dan Rekor Mengganggu bagi MU
Pascal Gross bukan sekadar pemain berpengalaman dalam skuad Brighton. Pada pertemuan melawan Manchester United, ia kerap menjadi sosok yang menentukan. Pemain berusia 35 tahun tersebut telah mencetak tujuh gol untuk Brighton saat menghadapi MU, jumlah tertinggi yang dicatatkan seorang pemain klub itu dalam duel kedua tim.
Catatan tersebut dibangun dari 17 penampilan di semua kompetisi dalam dua periode Gross bersama Brighton. Ia memahami karakter laga ini, mengenal celah yang pernah bisa dimanfaatkan, serta mempunyai ketenangan untuk membuat keputusan tepat di area sepertiga akhir.
Yang membuatnya semakin berbahaya, Gross tidak selalu harus berada di posisi yang sama untuk memberi dampak. Ia dikenal sebagai gelandang, tetapi juga mampu dimainkan sebagai bek sayap. Fleksibilitas itu memungkinkan Brighton mengubah bentuk permainan tanpa harus melakukan banyak pergantian personel.
Produktivitas yang Masih Terjaga
Usia tidak mengurangi keterlibatan Gross dalam permainan menyerang Brighton pada awal musim ini. Dalam enam penampilan, ia telah mengoleksi dua gol dan tiga assist. Kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa ia tetap menjadi pemain yang mampu menentukan tempo sekaligus menciptakan ancaman langsung.
Bagi Manchester United, bahaya Gross tidak hanya hadir ketika ia menerima bola di depan kotak penalti. Gelandang Jerman itu dapat memengaruhi laga melalui bola mati, umpan dari sisi lapangan, pergerakan tanpa bola, maupun kecerdasannya menemukan ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan.
MU karena itu tidak cukup hanya menjaga satu jalur serangan Brighton. Para pemain tuan rumah harus memastikan Gross tidak mendapat waktu untuk mengangkat kepala dan memilih opsi umpan. Ketika Brighton mampu menguasai bola dengan nyaman, Gross berpotensi menjadi penghubung yang membuat pergerakan rekan-rekannya lebih hidup.
Bruno Fernandes Berada di Belakangnya
Dalam daftar pencetak gol aktif pada pertemuan Manchester United dan Brighton, Bruno Fernandes berada tepat di belakang Gross. Kapten MU telah mencetak enam gol dalam 15 pertandingan melawan The Seagulls, hanya tertinggal satu gol dari pemain Brighton tersebut.
Catatan itu memberi gambaran bahwa laga ini juga dapat menjadi panggung bagi Fernandes untuk memimpin respons tuan rumah. MU membutuhkan kreativitas, intensitas, dan ketenangan dari kaptennya, terutama setelah kekalahan 1-0 dari Manchester City.
Baca Juga :
- Derby Manchester: 17 Penangkapan Terjadi di Old Trafford
- Kobbie Mainoo Bintang di Derby, Pujian Elliot Anderson dan Dilema Transfer Gelandang MU
Namun, duel Fernandes dan Gross tidak semata-mata akan ditentukan oleh statistik gol. Keduanya berperan besar dalam menentukan arah serangan tim masing-masing. Jika Fernandes mampu memaksa Brighton bertahan lebih dalam, Gross akan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mengatur transisi dan memasok bola ke depan.
Absennya Welbeck Mengubah Fokus Pertahanan
Manchester United setidaknya tidak perlu menghadapi Danny Welbeck pada pertandingan ini. Mantan penyerang MU itu meninggalkan Brighton untuk bergabung dengan Chelsea pada Agustus, setelah menjalani musim 2025-26 yang kuat bersama klub sebelumnya.
Welbeck memiliki lima gol dalam daftar pencetak gol pertemuan Brighton kontra MU, hanya satu di bawah Bruno Fernandes. Sebagai produk akademi Manchester United, ia juga membawa pengalaman emosional dan pemahaman tersendiri saat bermain melawan mantan klubnya.
Kepindahan Welbeck memang menghilangkan satu ancaman yang familiar bagi pertahanan MU. Meski demikian, absennya sang penyerang tidak berarti Brighton kehilangan kapasitas untuk memberi masalah. Justru, fokus pengawalan terhadap Gross harus lebih disiplin karena ia menjadi pemain aktif dengan jumlah gol terbanyak dalam duel kedua tim.
Tugas Michael Carrick di Old Trafford
Michael Carrick berada dalam tekanan untuk membawa Manchester United bangkit setelah hasil mengecewakan dalam derby Manchester. Piala Liga menjadi kesempatan cepat untuk membangun kembali momentum, tetapi Brighton bukan lawan yang bisa diperlakukan sebagai laga pemulihan biasa.
Manajer MU perlu menemukan keseimbangan antara melakukan rotasi dan menjaga struktur tim. Kompetisi piala kerap membuka peluang bagi pemain pelapis untuk tampil, namun pertandingan melawan Brighton tetap menuntut kesiapan penuh karena lawan memiliki pemain-pemain yang mampu menghukum kesalahan kecil.
Secara khusus, lini tengah MU harus bekerja sebagai satu unit. Membiarkan Gross menerima bola di area bebas dapat memberi Brighton kendali ritme. Sebaliknya, tekanan terukur dari MU dapat memaksa pemain lawan melepaskan umpan lebih cepat dan mengurangi peluang Gross mengatur permainan dengan tenang.
Piala Liga Tidak Boleh Dianggap Remeh
Piala Liga memberi Manchester United jalur kompetitif untuk mengejar trofi, sekaligus ruang untuk memperbaiki kepercayaan diri. Karena itu, keberhasilan melewati putaran ketiga memiliki nilai lebih dari sekadar tiket ke babak berikutnya.
Old Trafford akan mengharapkan respons yang meyakinkan dari tim Carrick. Kemenangan atas Brighton dapat membantu mengubah suasana setelah kekalahan dari Manchester City, sementara hasil sebaliknya akan menambah tekanan pada awal musim yang sudah berjalan tidak ideal.
Untuk mencapai hasil yang diinginkan, MU wajib mengendalikan detail pertandingan: menjaga bola mati, menutup area di depan kotak penalti, dan tidak memberi Gross kebebasan bergerak di sisi yang ia pilih. Brighton telah kehilangan Welbeck, tetapi mereka masih memiliki Pascal Gross, pemain yang berkali-kali membuktikan dirinya mampu meninggalkan dampak besar saat melawan Manchester United.
