Neville Kritik Wilcox dan Berrada di Tengah Krisis MU

Gary Neville melontarkan kritik keras kepada Jason Wilcox dan Omar Berrada setelah Manchester United kembali terpuruk. Ia menilai masalah klub tidak akan selesai hanya dengan mengganti Michael Carrick.

neville-kritik-wilcox-berrada

reddevilspulse – Kritik Gary Neville kembali mengarah ke struktur pengambilan keputusan Manchester United setelah kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford memperdalam tekanan terhadap Michael Carrick. Mantan bek kanan Setan Merah itu menilai persoalan di klub tidak semestinya berhenti pada sosok pelatih kepala, karena kegagalan di lapangan berkaitan erat dengan orang-orang yang membentuk arah olahraga klub.

kritik Gary Neville

Tekanan besar untuk Michael Carrick

Kekalahan kandang dari Bournemouth menjadi hasil yang sangat merugikan bagi Manchester United. Tim hanya mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan dan belum meraih kemenangan liga sejak Agustus. Posisi United kini berada di peringkat ke-16 klasemen Liga Inggris, sebuah situasi yang jauh dari standar klub yang selalu dituntut bersaing di papan atas.

Selain laju buruk di liga, United juga sudah tersingkir dari Piala Liga. Kombinasi hasil tersebut membuat posisi Carrick berada dalam ancaman serius. Jason Wilcox dan Omar Berrada disebut diperkirakan akan mengambil langkah untuk mengakhiri masa tugas Carrick sebagai pelatih kepala Manchester United.

Namun, Neville tidak melihat pergantian pelatih sebagai jawaban tunggal. Baginya, klub harus membedah sumber masalah yang lebih mendasar sebelum kembali menunjuk sosok baru untuk memimpin ruang ganti. Ia menilai pola mengganti manajer tanpa pembenahan struktur berisiko hanya mengulang kegagalan yang sama.

Kritik Gary Neville kepada Wilcox dan Berrada

Dalam pandangannya, Wilcox belum seharusnya memegang pengaruh sebesar itu dalam keputusan paling penting di Manchester United. Neville menyoroti latar belakang Wilcox yang sebelumnya bekerja di area akademi sebelum menapaki peran teknis di bawah struktur direktur olahraga.

Neville mempertanyakan mengapa Wilcox kini memiliki peran dalam menentukan masa depan pelatih kepala di salah satu klub terbesar di dunia. Menurutnya, Wilcox seolah didorong ke posisi yang terlalu besar pada tahap kariernya saat ini, sementara keputusan yang harus diambil memiliki dampak sangat luas terhadap proyek tim senior.

Sorotan serupa juga diarahkan kepada Berrada. Neville menilai Berrada belum pernah menjalankan jabatan kepala eksekutif di klub sepak bola sebelum bergabung dengan Manchester United. Karena itu, ia melihat adanya kekurangan pengalaman di dua posisi penting yang kini ikut memengaruhi arah klub.

“Jason Wilcox seharusnya tidak berada di posisi itu lagi. Dia adalah direktur teknis dengan latar belakang direktur akademi, yang sedang menjalani perjalanan karier di bawah seorang direktur olahraga,” ujar Neville.

Ia menambahkan bahwa Wilcox mendadak terlibat dalam keputusan terbesar di sebuah klub raksasa. Neville juga menyebut Berrada sebagai figur yang belum memiliki pengalaman sebelumnya sebagai CEO klub sepak bola, sehingga kelemahan pengalaman tersebut kini mulai terlihat dari dampaknya terhadap Manchester United.

Masalah skuad bukan semata tanggung jawab pelatih

Bagi pendukung United, kegagalan tim di lapangan tentu langsung memunculkan pertanyaan tentang pendekatan Carrick, pemilihan pemain, dan kemampuan staf pelatih membalikkan keadaan. Akan tetapi, Neville menegaskan bahwa seorang pelatih tidak memilih seluruh komposisi skuad yang diwarisinya.

Ia mengingatkan bahwa kualitas dan keseimbangan skuad berkaitan dengan kerja rekrutmen serta kepemimpinan sepak bola di level atas. Karena itu, fokus evaluasi menurut Neville seharusnya turut tertuju kepada kepala perekrutan dan direktur olahraga, bukan hanya kepada pelatih yang menghadapi hasil buruk setiap pekan.

“Michael Carrick tidak memilih semua pemain yang ada di lapangan. Itu bukan tugas Michael Carrick,” kata Neville. “Siapa kepala perekrutan? Siapa direktur olahraganya? Di situlah perhatian harus diarahkan sekarang.”

Baca Juga :

Pernyataan tersebut menggambarkan inti kritik Neville: pemecatan Carrick mungkin dapat meredakan tekanan sesaat, tetapi tidak otomatis memperbaiki masalah perekrutan, perencanaan skuad, serta jalur pengambilan keputusan. Pelatih baru akan tetap bekerja dengan pemain dan struktur yang sama apabila perubahan hanya terjadi di pinggir lapangan.

Warisan masalah sejak era pasca-Ferguson

Neville juga menempatkan krisis saat ini dalam konteks yang lebih panjang. Ia menilai Manchester United telah terlalu sering salah mengambil keputusan sejak berakhirnya era Sir Alex Ferguson. Dalam penilaiannya, kekeliruan tersebut tidak hanya terjadi di bawah struktur baru, tetapi juga telah menjadi persoalan selama periode kepemilikan keluarga Glazer.

Ia menilai klub telah salah beberapa kali dalam memilih arah dan sosok yang memimpin tim. Kritiknya semakin tajam ketika membahas ketiadaan direktur olahraga dalam waktu yang panjang pada masa sebelumnya. Bagi Neville, klub sebesar Manchester United seharusnya memiliki struktur sepak bola modern dan jelas, bukan membiarkan keputusan penting berjalan tanpa fondasi yang memadai.

“Manajer akan diganti, tetapi mereka sudah salah tiga kali. Sebelumnya, keluarga Glazer juga salah empat atau lima kali,” ujar Neville. Ia menyebut kegagalan membangun struktur direktur olahraga selama bertahun-tahun sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima untuk klub dengan skala Manchester United.

Komentar itu memperlihatkan bahwa Neville tidak membatasi kritik pada satu kekalahan atau satu periode buruk. Ia melihat kerusakan yang terjadi sebagai hasil dari persoalan berulang: keputusan strategis yang keliru, struktur yang berubah-ubah, serta kegagalan menciptakan kesinambungan antara perekrutan, pelatih, dan target kompetitif.

Sir Jim Ratcliffe menghadapi keputusan penting

Wilcox dan Berrada merupakan figur yang ditunjuk oleh Sir Jim Ratcliffe. Dengan demikian, apabila Manchester United ingin melakukan evaluasi terhadap dua jabatan tersebut, keputusan pada akhirnya berada di tangan Ratcliffe. Saat ini tidak ada indikasi bahwa Ratcliffe bersiap mencopot Wilcox maupun Berrada dari peran mereka.

Situasi itu membuat masa depan Carrick menjadi fokus paling dekat. Jika pelatih kepala benar-benar diganti, United akan kembali memasuki proses pencarian sosok baru. Namun, peringatan Neville patut menjadi perhatian: penunjukan baru hanya akan berarti jika klub memahami dengan jelas siapa yang membuat keputusan, bagaimana pemain direkrut, dan seperti apa identitas sepak bola yang ingin dibangun.

Bagi skuad, ketidakpastian di level kepemimpinan dapat membawa dampak langsung. Pemain membutuhkan kejelasan arah, pesan taktis yang konsisten, serta keyakinan bahwa setiap perubahan dibuat berdasarkan rencana jangka panjang, bukan sekadar reaksi terhadap hasil satu pertandingan. Dalam kondisi United saat ini, kepercayaan itu sedang diuji.

Keputusan berikutnya harus memutus pola lama

Manchester United tidak punya banyak ruang untuk membiarkan krisis berlarut-larut. Posisi di peringkat ke-16 dan rentetan tanpa kemenangan liga sejak Agustus menjadikan setiap laga berikutnya semakin penting. Klub perlu menemukan cara untuk menghentikan penurunan performa sebelum tekanan berubah menjadi masalah yang lebih besar pada musim berjalan.

Apabila Carrick meninggalkan jabatannya, klub harus memastikan bahwa penggantinya tidak sekadar menjadi nama terbaru dalam siklus pergantian pelatih. Kritik Gary Neville menekankan perlunya pertanggungjawaban yang lebih luas, khususnya dari pihak yang bertugas menyusun skuad dan menentukan strategi sepak bola Manchester United.

Langkah yang diambil Ratcliffe, Wilcox, dan Berrada dalam waktu dekat akan menentukan apakah United benar-benar belajar dari kesalahan masa lalu atau kembali mengulang pola yang telah membuat klub terus tertinggal sejak era Ferguson berakhir.

2 thoughts on “Neville Kritik Wilcox dan Berrada di Tengah Krisis MU”

Comments are closed.