Badai di Old Trafford: Michael Carrick Terancam, Investasi INEOS Disorot Tajam
Performa Manchester United yang merosot tajam membuat posisi Michael Carrick di ujung tanduk, sementara rekam jejak kepemilikan INEOS di klub lain mulai dipertanyakan.
reddevilspulse – Krisis Manchester United semakin dalam setelah rentetan hasil buruk yang mencapai puncaknya dengan kekalahan memalukan di kandang sendiri. Hasil minor tersebut tak hanya menempatkan posisi manajer Michael Carrick di ujung tanduk, namun juga kembali menyeret rekam jejak kepemilikan INEOS di bawah Sir Jim Ratcliffe dalam sorotan tajam.

-1]
Performa Buruk dan Tekanan pada Carrick
Setelah awal musim yang sulit, Manchester United gagal menunjukkan perbaikan signifikan di bawah asuhan Michael Carrick. Performa tim sangat jauh dari harapan para penggemar dan manajemen. Di Liga Primer, Setan Merah hanya berhasil meraih satu kemenangan, sementara di Liga Champions mereka hanya mampu mencatatkan dua kemenangan. Pukulan telak lainnya datang dari Carabao Cup, di mana mereka sudah tersingkir dari kompetisi.
Puncaknya adalah kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di kandang sendiri pada Minggu malam. Hasil mengecewakan ini menambah tekanan besar pada Carrick, yang kini berada di bawah pengawasan ketat dewan klub. United telah melalui delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, sebuah rekor yang tidak bisa diterima untuk klub sekelas Manchester United.
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pemecatan dirinya setelah kekalahan dari Bournemouth, Carrick menunjukkan sikap profesional. Ia menyatakan sepenuhnya memahami situasi yang ada dan siap bertanggung jawab. 'Saya sangat memahami situasinya. Sejujurnya, saya tidak mengharapkan apa pun secara khusus. Saya akan terus melanjutkan seperti biasa. Saya mencintai tempat ini. Saya akan selalu melakukan apa yang saya rasa terbaik untuk klub, keputusan apa pun yang diambil.' Carrick menegaskan, 'Tentu saja saya bertanggung jawab. Saya telah mengatakannya, dan saya menerima tanggung jawab itu. Apa pun yang akan terjadi terkait hasil, entah kami menang, kalah, seri, apa pun yang terjadi di seluruh klub, saya berada di posisi ini karena saya menghormati posisi saya, dan tanggung jawab itu ada pada saya. Apa lagi yang bisa saya katakan saat ini?'
Kandidat Pengganti dan Peran Jason Wilcox
Dengan posisi Carrick yang semakin tidak aman, berbagai nama pelatih top mulai dikaitkan sebagai calon penggantinya. Eddie Howe, yang sempat melatih Newcastle United, disebut-sebut sebagai kandidat favorit. Selain Howe, beberapa nama besar lainnya seperti Unai Emery, Antonio Conte, dan Julian Nagelsmann juga masuk dalam daftar pertimbangan. Ini menunjukkan betapa seriusnya manajemen United dalam mengevaluasi opsi untuk mengembalikan performa tim.
Menurut laporan, Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox, memiliki kandidat pilihannya sendiri. Wilcox dikabarkan sangat mengagumi Eddie Howe dan menjadikannya sebagai kandidat utama untuk mengisi kursi manajer jika Carrick akhirnya diganti. Penunjukan pelatih baru tentu akan menjadi salah satu keputusan krusial bagi klub dalam waktu dekat, mengingat pentingnya stabilitas dan arah yang jelas di lapangan.
Rekam Jejak INEOS di Klub Lain
Kepemilikan minoritas Sir Jim Ratcliffe melalui INEOS di Manchester United, yang dimulai pada Desember 2023 dengan akuisisi 27,7 persen saham, kini juga dihadapkan pada kritik yang lebih luas. Hal ini tidak terlepas dari rekam jejak INEOS dalam mengelola investasi olahraganya yang lain. Terbaru, INEOS dilaporkan telah menawarkan klub Swiss, FC Lausanne-Sport, untuk dijual, menandai langkah signifikan lainnya dalam portofolio olahraga perusahaan.
Baca Juga :
- Palmer Dipastikan Hadapi Manchester United, Chelsea Justru Lebih Lelah
- Gejolak Internal MU: Bruno Fernandes ‘Like’ Post Sindiran di Tengah Krisis Carrick
INEOS mengakuisisi Lausanne-Sport pada November 2017. Namun, selama hampir satu dekade di bawah kepemilikan INEOS, Lausanne-Sport hanya berhasil lolos ke kompetisi Eropa satu kali, meskipun liga Swiss dianggap lebih mudah untuk meraih tiket Eropa dibandingkan liga-liga besar lainnya. Klub tersebut digambarkan sebagai 'penantang papan atas yang mapan' dalam liga yang hanya memiliki 12 tim, dan secara historis didominasi oleh dua klub besar, FC Basel dan Young Boys. Klub tersebut juga menghadapi kesulitan finansial yang terus meningkat, dengan proyeksi kerugian mencapai £5 juta musim ini. Kerugian ini bisa bertambah jika klub gagal mendapatkan sponsor pengganti INEOS, sementara posisi mereka di dasar klasemen liga menambah kekhawatiran.
Penjualan Lausanne-Sport dikabarkan akan diawasi oleh firma konsultan global Alvarez & Marsal, yang telah mendistribusikan prospektus penjualan kepada calon investor. INEOS berharap proses penjualan Lausanne-Sport ini akan lebih lancar dan cepat dibandingkan upaya mereka untuk berpisah dengan klub Prancis OGC Nice, yang juga telah ditawarkan untuk dijual. Ratcliffe dikabarkan menghadapi permusuhan yang terus meningkat dari para penggemar Nice, yang telah lama tidak senang dengan kepemimpinannya. Akibatnya, INEOS terpaksa menurunkan harga awal permintaan sebesar €250 juta (£209,5 juta) untuk menarik pembeli potensial.
Bayangan Kegagalan dan Masa Depan INEOS di United
Kegagalan INEOS untuk menghadirkan kesuksesan berkelanjutan di Lausanne-Sport telah memicu kritik yang lebih luas terhadap investasi olahraganya, dengan kekhawatiran serupa muncul atas keterlibatannya di Manchester United. Meskipun Ratcliffe telah mengambil alih kendali operasi sepak bola dari keluarga Glazer dan menginvestasikan dana untuk meningkatkan fasilitas latihan klub, serta menerapkan langkah-langkah pemotongan biaya yang signifikan termasuk pengurangan staf, hasil di lapangan masih jauh dari kata memuaskan.
Performa tim yang terus menurun dan tekanan pada manajer Carrick menjadi cerminan awal dari tantangan besar yang dihadapi INEOS di Old Trafford. Para penggemar Manchester United berharap investasi dan perubahan manajemen yang dibawa Ratcliffe akan segera membuahkan hasil positif, tidak seperti pengalaman di klub-klub lain. Kepemimpinan INEOS di Manchester United adalah sebuah proyek jangka panjang, namun hasil di lapangan akan selalu menjadi barometer utama keberhasilan.
Keputusan Krusial Menanti di Old Trafford
Dengan kondisi tim yang sedang terpuruk dan desakan publik yang kian menguat, Manchester United di bawah kepemimpinan INEOS menghadapi periode krusial. Keputusan mengenai masa depan Michael Carrick harus diambil dengan sangat hati-hati, mengingat dampaknya yang luas terhadap stabilitas dan performa tim. Apakah INEOS akan segera mencari manajer baru, atau memberikan waktu lebih kepada Carrick untuk membalikkan keadaan?
Ujian sesungguhnya bagi Sir Jim Ratcliffe dan timnya di INEOS adalah bagaimana mereka akan menanggapi krisis ini. Apakah mereka akan menunjukkan kemampuan untuk menstabilkan Manchester United dan membuktikan bahwa pelajaran dari pengalaman di klub lain telah dipetik? Atau, apakah kekhawatiran yang sama akan terus membayangi, menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi di Old Trafford?
