Arbeloa Didakwa FA, Isyaratkan Wasit Untungkan Manchester United
Manajer Fulham Alvaro Arbeloa didakwa oleh FA atas komentar pascamatch yang mengisyaratkan keberpihakan wasit kepada Manchester United, memicu kontroversi baru di Liga Inggris.
reddevilspulse – Manchester United kembali menjadi sorotan di tengah gelombang kontroversi kepemimpinan wasit di Premier League, menyusul dakwaan yang dijatuhkan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) terhadap manajer Fulham, Alvaro Arbeloa. Dakwaan ini muncul setelah Arbeloa mengeluarkan serangkaian komentar tajam pascapertandingan di mana ia secara eksplisit mengisyaratkan adanya keberpihakan wasit terhadap Setan Merah, memicu perdebatan sengit tentang integritas pengadil lapangan.
Dakwaan FA dan Batas Waktu Tanggapan

FA secara resmi mendakwa Alvaro Arbeloa dengan perilaku tidak pantas menyusul pernyataan yang ia sampaikan setelah laga Premier League antara Fulham dan Manchester United pada Minggu, 20 September lalu. Pernyataan tersebut, menurut FA, dinilai tidak pantas karena mengimplikasikan adanya bias atau mempertanyakan integritas ofisial pertandingan. Dakwaan ini menempatkan Arbeloa dalam posisi sulit dan ia memiliki waktu hingga Kamis, 1 Oktober, untuk memberikan tanggapan resminya.
Mantan pelatih Real Madrid ini memang tidak menahan diri dalam menyampaikan kekesalannya. Komentar Arbeloa datang setelah timnya, Fulham, harus puas bermain imbang di menit-menit akhir kontra Manchester United di Craven Cottage, tepat sebelum jeda internasional. Hasil tersebut terasa pahit bagi Fulham yang merasa dirugikan oleh serangkaian keputusan wasit yang mereka anggap menguntungkan tim tamu. FA bertindak cepat untuk menindak komentar yang dianggap merusak citra sepak bola Inggris dan integritas pertandingan.
Akar Kontroversi: Gol Haaland dan Insiden Maguire
Kemarahan Arbeloa berakar pada dua insiden utama. Yang pertama adalah kejadian di derbi Manchester sebelumnya, di mana ia meyakini bahwa gol Erling Haaland seharusnya dianulir karena Enzo Fernandez berada dalam posisi offside, namun gol tersebut tetap disahkan. Arbeloa terang-terangan mengatakan bahwa Manchester United seolah-olah “disukai” setelah kesalahan tersebut. Kesalahan ini, menurut Arbeloa, menjadi preseden yang memengaruhinya dalam melihat pertandingan melawan United.
Insiden kedua, dan yang paling memicu amarahnya di laga kontra United, adalah keputusan wasit yang memberikan tendangan bebas kepada Harry Maguire. Tendangan bebas ini diberikan sekitar 35 detik sebelum Matheus Cunha menyamakan kedudukan di menit ke-89, menggagalkan kemenangan yang sudah di depan mata bagi skuad Michael Carrick. Arbeloa menilai keputusan untuk memberikan pelanggaran terhadap Cesar Palacios itu sangat lunak dan mengindikasikan bahwa itu hanya diberikan sebagai “kompensasi” atas kesalahan penilaian wasit di derbi Manchester sebelumnya. Baginya, semua keputusan wasit terasa mengarah ke satu sisi, yakni kubu Setan Merah.
Baca Juga :
- Gary Neville Samakan Michael Carrick dengan Sosok Terbaik MU
- Kasus City Soroti Kerugian Finansial Manchester United
Keresahan Arbeloa dalam Komentar Pascamatch
Dalam wawancara pascamatch dengan Sky Sports, Arbeloa meluapkan seluruh emosinya. Ia dengan marah menyatakan, “Semua pelanggaran untuk mereka. Kalian bisa lihat sebelum mereka mencetak gol, pelanggaran terhadap Maguire, dia adalah pria yang beratnya 100 kilo. Setiap keputusan untuk mereka.” Pernyataan ini menunjukkan betapa frustrasinya ia dengan keputusan-keputusan yang dibuat wasit sepanjang pertandingan.
Arbeloa tidak berhenti di situ. Ia bahkan mengklaim telah mengetahui apa yang akan terjadi sebelum pertandingan. “Dan saya tahu. Saya tahu setelah pertandingan melawan Man City bahwa mereka [para wasit] tidak akan membiarkan Manchester United kalah di sini. Kami pantas mendapatkan sedikit lebih banyak. Kami sangat, sangat dekat. Kami sedikit tidak beruntung lagi. Kami tahu akan sulit melawan tim besar ini. Juga, kami tahu apa yang terjadi minggu lalu. Kami telah melihat apa yang dilakukan wasit sepanjang pertandingan jadi itu adalah pertandingan yang sulit. Dan kami tidak beruntung.” Komentar langsung ini yang kemudian dianggap FA sebagai bentuk mempertanyakan integritas dan mengimplikasikan bias.
Upaya Klarifikasi dan Dampak bagi Manchester United
Dalam konferensi pers setelah itu, Arbeloa tampak mencoba meredakan kemarahannya. Ia beralasan, “Bahasa Inggris saya tidak terlalu bagus. Mungkin saya menjelaskan diri saya dengan sangat buruk dan saya memilih untuk tidak mengatakan apa pun tentang wasit karena Anda tidak pernah tahu.” Ia menambahkan bahwa lebih baik tetap tenang dan fokus pada performa timnya serta pertandingan berikutnya. Arbeloa juga mencoba meredakan ketegangan dengan mengakui bahwa pelanggaran terhadap Maguire “mungkin bukan pelanggaran,” namun ia kemudian menyatakan, “Tapi tidak apa-apa. Seperti yang saya katakan, saya lebih memilih untuk menganalisis permainan – pemain, sistem, dan itulah yang terbaik untuk menang.”
Bagi Manchester United, insiden ini menambah bumbu pada narasi yang sering muncul tentang “keputusan besar” yang menguntungkan mereka, terlepas dari kebenaran klaim tersebut. Komentar Arbeloa, meskipun kemudian direvisi, telah menanamkan persepsi di kalangan beberapa pihak bahwa ada campur tangan dalam hasil pertandingan. Dakwaan FA terhadap Arbeloa akan menjadi ujian penting tentang seberapa jauh manajer dapat mengkritik ofisial pertandingan tanpa menghadapi sanksi. Keputusan FA dalam kasus ini akan diawasi ketat, tidak hanya oleh Fulham, tetapi juga oleh setiap klub Premier League dan para penggemar, termasuk para pendukung setia Manchester United di Indonesia yang mengikuti setiap perkembangan tim kesayangan mereka.
