Rio Ferdinand Pertanyakan Utang Glazer di Manchester United
Rio Ferdinand mempertanyakan alasan keluarga Glazer tidak melunasi utang akuisisi Manchester United, yang membuat klub terus menanggung biaya bunga besar setiap musim.
reddevilspulse – Rio Ferdinand kembali mengangkat persoalan utang Glazer yang masih membayangi Manchester United. Mantan bek tengah Setan Merah itu mempertanyakan mengapa keluarga Glazer tidak melunasi pinjaman awal yang digunakan saat mengambil alih klub, sementara United terus mengalokasikan dana besar untuk membayar bunga setiap musim.

Rio Ferdinand Soroti Utang Glazer
Isu kepemilikan Manchester United memang tidak pernah benar-benar lepas dari perdebatan di kalangan suporter. Keluarga Glazer menjadi pemegang saham mayoritas sejak menyelesaikan pengambilalihan klub pada 2005, setelah sebelumnya mulai membeli saham pada 2003. Namun, struktur pembelian tersebut sejak awal memunculkan penolakan karena melibatkan pembiayaan berbasis utang yang kemudian turut menjadi beban klub.
Dalam pembicaraan di podcastnya, Ferdinand mengungkap pertanyaan yang paling ingin ia tujukan kepada keluarga Glazer. Baginya, persoalan utamanya bukan semata siapa yang memegang kendali di Old Trafford, melainkan alasan utang awal itu tidak dibayar secara bertahap selama lebih dari dua dekade.
Ferdinand menilai bunga yang harus dikeluarkan United setiap tahun seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan sepak bola. Ia menyebut angka sekitar £60 juta per musim sebagai biaya bunga yang menurutnya menghambat kemampuan klub untuk menyalurkan uang ke area lain yang berpotensi membantu kemajuan tim.
Biaya Bunga yang Mengurangi Ruang Gerak Klub
Bagi suporter, angka tersebut mudah dikaitkan dengan kebutuhan yang terasa langsung di lapangan. Dana dalam skala besar bisa memberi fleksibilitas lebih besar kepada klub dalam membangun skuad, memperbaiki infrastruktur sepak bola, atau memperkuat berbagai aspek operasional yang menopang tim senior pria.
Ferdinand tidak mengklaim bahwa satu sumber pengeluaran saja akan menyelesaikan seluruh masalah Manchester United. Namun, ia menekankan bahwa biaya bunga berulang adalah pengeluaran yang tidak secara langsung memperkuat kualitas tim. Di tengah tuntutan untuk bersaing di Premier League, pengelolaan keuangan tetap memiliki dampak besar terhadap seberapa cepat klub dapat mengambil keputusan penting.
Manchester United disebut memiliki total utang sekitar £1,15 miliar, dengan kurang lebih £578 juta di antaranya berkaitan dengan utang warisan dari pengambilalihan berbasis pinjaman oleh keluarga Glazer. Struktur ini membuat pembahasan mengenai pemilik tidak hanya menyangkut sentimen suporter, tetapi juga arah finansial klub dalam jangka panjang.
Situasinya semakin penting setelah persyaratan utang United mengalami perubahan. Klub sebelumnya membayar bunga sebesar 3,79 persen atas utang yang telah terakumulasi, tetapi kemudian menyepakati tingkat 5,36 persen untuk setiap pinjaman baru. Kenaikan biaya pinjaman tersebut memperjelas mengapa pengeluaran untuk bunga terus menjadi bahan perhatian.
Baca Juga :
- Skandal Keuangan City: Membayangi Strategi Perekrutan United?
- Arbeloa Didakwa FA, Isyaratkan Wasit Untungkan Manchester United
Nilai Klub dan Pertanyaan yang Diajukan Ferdinand
Ferdinand juga mempersoalkan logika ekonomi di balik keputusan untuk tidak mengurangi utang secara lebih agresif. Ia menilai keluarga Glazer tetap akan memperoleh nilai yang sangat besar apabila pada akhirnya menjual Manchester United. Dalam pembicaraan tersebut, ia menyebut nilai sekitar £5 miliar sebagai gambaran besarnya potensi hasil penjualan klub.
Bagi Ferdinand, pertanyaannya sederhana: mengapa masih perlu mempertahankan beban yang membuat klub membayar bunga besar setiap tahun jika nilai asetnya sendiri telah meningkat sangat tinggi? Ia menilai pengurangan pinjaman sejak awal akan membuat dana yang sekarang terserap ke pembayaran bunga bisa dipakai untuk membantu Manchester United secara langsung.
Pandangan tersebut mencerminkan keluhan lama suporter terhadap model kepemilikan Glazer. Kritik utamanya bukan hanya terletak pada fakta bahwa klub mempunyai utang, tetapi pada keyakinan bahwa utang itu lahir dari proses akuisisi dan tetap memengaruhi kemampuan klub berinvestasi setelah pengambilalihan selesai.
Jim Ratcliffe Belum Mengubah Struktur Mayoritas
Masuknya Sir Jim Ratcliffe sebagai pemilik minoritas pada 2024 membawa perubahan pada susunan kepemilikan Manchester United. Miliarder Inggris berusia 73 tahun itu kini menjadi bagian penting dari arah klub, tetapi keluarga Glazer masih memegang saham mayoritas.
Karena itu, komentar Ferdinand tetap relevan dalam konteks saat ini. Kehadiran Ratcliffe memberi harapan baru bagi sebagian pendukung, terutama terkait pengelolaan dan pengambilan keputusan di sektor sepak bola. Meski demikian, pertanyaan mengenai warisan utang, biaya bunga, serta struktur kepemilikan belum otomatis hilang.
Untuk tim senior, stabilitas finansial bukan isu yang terpisah dari performa. Klub yang harus terus memperhitungkan pembayaran bunga dalam jumlah besar akan menghadapi pilihan yang lebih kompleks saat menentukan prioritas. Kebutuhan memperkuat skuad, menjaga anggaran, dan membangun fondasi jangka panjang harus berjalan berdampingan.
Tekanan Finansial di Balik Ambisi Lapangan
Manchester United tetap memiliki daya tarik komersial dan nilai besar sebagai salah satu klub paling terkenal di dunia. Namun, nilai besar itu tidak menghapus pertanyaan mengenai bagaimana dana klub digunakan. Suporter tentu ingin melihat sumber daya Manchester United semaksimal mungkin diarahkan untuk memperkuat masa depan sepak bola klub.
Itulah inti keberatan Ferdinand. Bukan sekadar soal besarnya angka di laporan keuangan, melainkan mengenai peluang yang mungkin hilang setiap musim ketika puluhan juta pound harus dibayarkan sebagai bunga. Dalam pandangannya, beban tersebut seharusnya dapat dihindari atau setidaknya dikurangi apabila utang pengambilalihan telah dilunasi secara lebih serius.
Perdebatan mengenai keluarga Glazer tampaknya akan terus hidup selama mereka masih menjadi pemegang saham mayoritas. Sementara Manchester United mengejar kemajuan di lapangan, isu di luar lapangan seperti utang, bunga, dan arah kepemilikan akan tetap menjadi bagian penting dari pembicaraan di sekitar Old Trafford.

1 thought on “Rio Ferdinand Pertanyakan Utang Glazer di Manchester United”
Comments are closed.