Transkrip VAR Ungkap Alasan Penalti Bassey Ditolak, United Merugi?

Premier League baru-baru ini merilis transkrip lengkap dari ruang VAR yang menganalisis insiden dugaan handball Calvin Bassey saat Manchester United bermain imbang melawan Fulham, memicu perdebatan sengit.

transkrip-var-penalti-bassey-ditolak-united

reddevilspulse – Manchester United kembali menjadi sorotan setelah Premier League secara terbuka merilis transkrip dari ruang Video Assistant Referee (VAR) yang menganalisis momen krusial saat ‘Setan Merah’ meyakini seharusnya mendapatkan hadiah penalti melawan Fulham. Keputusan ini, yang mengundang banyak perdebatan, menjadi titik panas dalam pertandingan yang berakhir imbang di Craven Cottage dan menyisakan banyak pertanyaan di benak para penggemar.

Kontroversi Penalti Bassey

-1]

Insiden Krusial di Craven Cottage

Pertandingan di Craven Cottage nyaris menjadi mimpi buruk bagi Manchester United. Setelah Lisandro Martinez secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri yang aneh, menempatkan United di ambang kekalahan ketiga beruntun di semua kompetisi, insiden penalti pun terjadi. Tidak lama berselang, bek Argentina itu kembali menjadi pusat perhatian saat ia membelokkan bola yang kemudian mengenai lengan bek Fulham, Calvin Bassey.

Bassey, yang pada saat itu mengangkat tangannya ke wajahnya, tidak dapat menghindari benturan bola pada pergelangan tangannya. Sontak, para pemain Manchester United langsung berteriak meminta penalti, meyakini bahwa handball tersebut jelas dan pantas diganjar hadiah titik putih. Namun, baik wasit Peter Bankes di lapangan maupun para ofisial di ruang VAR sama-sama tidak menganggapnya sebagai pelanggaran yang layak berbuah penalti.

Transkrip VAR Mengungkap Alasan Penolakan

Setelah pertandingan, perdebatan mengenai insiden ini terus berlanjut. Para bek United terlihat beradu argumen dengan Bankes, sementara Michael Carrick, yang tampaknya berperan sebagai juru bicara tim, juga terlihat berbicara dengan wasit setelah peluit akhir. Untuk meredakan spekulasi dan memberikan transparansi, Premier League Match Centre merilis transkrip lengkap dari proses pengambilan keputusan VAR.

Transkrip tersebut berbunyi: "Keputusan wasit untuk tidak memberikan penalti kepada Manchester United atas dugaan pelanggaran handball oleh Bassey telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR." Dialog antara ofisial VAR juga disertakan. Asisten Wasit 1 (AR1) berkomentar, "Ini dekat dengan tubuhnya – memang mengenai, tetapi lengannya dekat dengan tubuhnya." Wasit di lapangan kemudian menegaskan, "Keputusan di lapangan adalah lanjutkan permainan." VAR pun mengkonfirmasi, "Lengan dekat dengan tubuhnya. Seperti yang terlihat – mengkonfirmasi keputusan di lapangan untuk melanjutkan permainan, persis seperti yang dijelaskan di lapangan."

Baca Juga :

Reaksi dan Analisis dari Para Pakar

Keputusan VAR ini memicu berbagai tanggapan, terutama dari para mantan pemain dan pakar sepak bola. Louis Saha, mantan striker Manchester United, menganalisis insiden tersebut untuk Sky Sports dan mengungkapkan kebingungannya terhadap inkonsistensi aturan saat ini. "Ini 50-50," ujar Saha. "Anda tidak tahu sekarang dengan aturan yang ada. Naluri alami Anda adalah melindungi wajah Anda karena Anda tahu akan terkena bola. Tapi aturannya berbeda setiap akhir pekan. Beberapa wasit akan meniup peluit sementara yang lain akan mengatakan ‘Tidak, lanjutkan’."

Gary Neville, legenda United lainnya, juga berpendapat bahwa Bassey cukup beruntung dalam momen tersebut. Neville menyoroti tindakan Bassey yang mengangkat tangannya, yang menurutnya memberikan wasit pilihan untuk membuat keputusan. "Aneh bagi seorang bek untuk mengangkat tangan mereka, karena mereka tahu wasit harus membuat keputusan," kata Neville. "Bassey mencari masalah." Komentar dari para ahli ini semakin menyoroti abu-abunya area dalam interpretasi aturan handball modern.

Poin Penting dan Tantangan bagi United

Meskipun kontroversi penalti yang ditolak, Manchester United berhasil menyelamatkan satu poin di Craven Cottage berkat upaya Matheus Cunha yang membentur pemain lawan di menit ke-89. Gol telat ini sangat krusial, karena kekalahan di London Barat akan menandai kekalahan ketiga beruntun di semua kompetisi bagi United, yang tentunya akan memperburuk tekanan pada tim.

Pascapertandingan, Michael Carrick menyampaikan perasaannya kepada BBC Sport, mengakui bahwa timnya menginginkan lebih banyak poin dan sedang melalui periode sulit. "Kami ingin lebih banyak poin, kami akan mengalami masa di mana semuanya tidak berjalan sesuai keinginan, dan kami telah melewati masa itu di mana hal-hal kecil berakhir menjadi hal besar," kata Carrick. "Kami sama sekali tidak berpikir semuanya sempurna. Kami perlu memenangkan pertandingan sepak bola. Para pendukung sangat luar biasa hari ini dan kami harus memberi mereka sesuatu untuk terus bersorak." Pernyataan Carrick mencerminkan tantangan yang dihadapi tim di tengah musim yang penuh gejolak.

Dampak Keputusan dan Jalan ke Depan

Keputusan VAR untuk tidak memberikan penalti kepada Manchester United tidak hanya menjadi bahan perdebatan sesaat, tetapi juga menyoroti inkonsistensi dalam penerapan aturan handball yang terus menghantui Premier League. Bagi United, setiap keputusan seperti ini, terutama di momen krusial, dapat memiliki dampak signifikan terhadap perolehan poin dan posisi mereka di tabel klasemen.

Meskipun berhasil meraih satu poin, insiden ini menambah daftar panjang kekecewaan dan pertanyaan yang harus dijawab oleh tim kepelatihan. Fokus kini harus beralih untuk memperbaiki performa dan memastikan bahwa mereka dapat meraih hasil positif, terlepas dari keputusan wasit yang kontroversial. Perjalanan Manchester United musim ini masih panjang, dan setiap laga akan menjadi ujian mental dan taktik bagi skuad Michael Carrick.