Patrice Evra Berduka: Mantan Bek MU Kehilangan Ibunda Tercinta
Legenda Manchester United, Patrice Evra, membagikan kabar duka mendalam atas meninggalnya sang ibunda setelah berjuang melawan Alzheimer. Evra menyampaikan tribut emosional melalui media sosial.
reddevilspulse – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Manchester United setelah salah satu legendanya, Patrice Evra, membagikan berita menyedihkan tentang meninggalnya sang ibunda. Mantan bek kiri karismatik ini menyampaikan tribut yang sangat emosional melalui platform media sosialnya, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas sosok yang ia sebut sebagai ‘batu karangnya’.

Kepergian ibunda Evra, yang telah lama berjuang melawan penyakit Alzheimer, menjadi pukulan berat bagi pria berusia 45 tahun itu. Evra, yang dikenal selalu ceria dan penuh energi, kali ini tak kuasa menahan air mata saat menyanyikan lagu ‘Avant qu’elle parte’ atau ‘Before she goes’ dari grup Sexion D’Assaut. Video singkat tersebut menunjukkan sisi rentan sang legenda, di mana suaranya tercekat menahan isak tangis saat melantunkan lirik-lirik lagu yang menyentuh.
Tribut Penuh Cinta dari Sang Putra
Dalam pesan yang menyertainya, Evra menuturkan perasaannya yang hancur, namun tetap berusaha untuk menjaga semangat positif. “Saya kehilangan batu karang saya, tapi saya mencoba untuk tetap positif. Orang-orang selalu bertanya apakah saya selalu bahagia. Tidak sekarang,” ujar Evra dengan suara bergetar. Ia juga menyampaikan pesan penting bagi mereka yang masih memiliki ibu, “Untuk semua orang yang masih punya ibu, kematian tidak menghentikan cinta, katakan saja kalian mencintai mereka. Setiap hari sebelum mereka pergi. Saya mencintai kalian semua.”
Unggahan tersebut diakhiri dengan kalimat yang menghujam hati: “Bahkan ketika seluruh dunia menentangmu, dia akan selalu menjadi sahabat terbaikmu. Cinta seorang ibu adalah selamanya, apa pun yang terjadi dalam hidup. Beristirahatlah dengan tenang, Maman. Kamu akan selalu ada di hatiku.” Kata-kata ini menggambarkan betapa besar kasih sayang Evra kepada ibunya, sebuah ikatan yang tak lekang oleh waktu dan kondisi.
Kisah di Balik Sepatu Kiri yang Hilang
Ini bukanlah kali pertama Evra secara terbuka berbicara tentang perjuangan ibunya. Sebelumnya, ia pernah menjelaskan alasan di balik kebiasaan uniknya mengunggah video dengan hanya mengenakan satu sepatu. Ternyata, kebiasaan tersebut adalah bentuk tribut yang menyentuh hati kepada sang ibunda. Pada tahun 2010, saat Evra sedang bertugas bersama tim nasional Prancis, ibunya dilarikan ke rumah sakit dan kehilangan kaki kirinya.
Baca Juga :
- Rio Ferdinand Soroti Fisik Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
- Conte Kirim Sinyal Minat Latih Manchester United?
Banyak penggemar dan pengikut media sosialnya bertanya-tanya mengapa ia kerap terlihat hanya mengenakan satu sepatu, menduga hal-hal konyol seperti kekurangan uang. Namun, Evra menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Pluto TV, “Tidak, sebenarnya, setiap kali saya membuat video dan tidak memakai sepatu kiri, saya mendedikasikan semua video saya untuk ibu saya.” Ini menunjukkan kedalaman rasa hormat dan cinta yang ia miliki, mengubah sebuah tragedi menjadi simbol kasih sayang yang abadi.
Kenangan Pahit Saat Ibunda Kehilangan Kaki
Evra mengingat kembali insiden tragis pada tahun 2010 itu dengan detail yang menyayat hati. Ia segera meminta izin kepada manajer tim nasional untuk meninggalkan kamp latihan dan bergegas menuju rumah sakit. “Ketika saya tiba di koridor, semua orang menangis. Saya melihat saudara laki-laki dan perempuan saya. Saya berkata, ‘Wow, ini aneh,’” kenangnya. Suasana tegang dan isak tangis keluarganya sudah menjadi pertanda buruk.
Namun, kenyataan pahit baru terkuak saat Evra memasuki ruangan ibunya. “Kemudian saya pergi ke kamar. Ibu saya di tempat tidur dan saya menciumnya. Lalu saya duduk di sampingnya. Baru setelah saya menarik selimut, saat itulah saya melihat kaki kirinya hilang,” tuturnya. Momen itu tentu menjadi titik balik yang sangat berat bagi Evra dan seluruh keluarganya, mengubah hidup mereka secara drastis.
Semangat Juang Seorang Ibu Pahlawan
Meskipun menghadapi kesulitan besar, Evra selalu mengagumi semangat juang sang ibu. Ia sering menyebut ibunya sebagai pahlawannya. “Setiap kali saya membuat video, saya mendedikasikannya untuk pahlawan saya, ibu saya. Sulit pada awalnya tetapi ibu saya memiliki kaki palsu dan dia menari,” ujar Evra, menggarisbawahi kekuatan dan ketahanan ibunya yang luar biasa. Bahkan setelah kehilangan kakinya, semangat ibunya untuk terus menjalani hidup dan bahkan menari menjadi inspirasi besar bagi Evra.
Kisah ini tidak hanya mengungkapkan duka mendalam seorang anak atas kepergian ibunya, tetapi juga menyoroti kekuatan cinta keluarga dan resiliensi menghadapi tantangan hidup. Bagi para penggemar Manchester United di Indonesia, berita ini tentu menghadirkan simpati mendalam untuk Patrice Evra, sosok yang pernah membawa banyak kegembiraan dan kebanggaan bagi The Red Devils di lapangan. Seluruh komunitas Manchester United bersatu dalam doa dan dukungan untuk Evra dan keluarganya di masa sulit ini.
