Daftar Lengkap Gelar dan Trofi Manchester United Sepanjang Sejarah

Trofi Manchester United dalam pameran tur trofi klub

Foto: Norio NAKAYAMA from saitama, japan / Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

Manchester United adalah salah satu klub tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dan juga salah satu institusi olahraga dengan basis penggemar terbesar di dunia. Sepanjang perjalanannya sejak berdiri pada 1878—awalnya dengan nama Newton Heath LYR Football Club sebelum berganti nama pada 1902—klub yang bermarkas di Old Trafford ini telah mengoleksi sekitar 70 trofi mayor. Pencapaian luar biasa ini mencakup dominasi gelar liga, piala domestik, serta kejayaan di berbagai turnamen antarbenua.

Artikel ini merangkum secara komprehensif seluruh gelar Manchester United beserta tahun perolehannya, disusun per kompetisi agar mudah ditelusuri dan memberikan gambaran utuh tentang sejarah kejayaan “Setan Merah”.

Ringkasan Gelar Manchester United

Tabel di bawah ini merangkum total perolehan trofi utama Manchester United sepanjang sejarah mereka. Angka-angka ini menjadi bukti sahih konsistensi klub di berbagai era dan kompetisi, baik di level domestik maupun internasional.

Kompetisi Jumlah Terakhir
Liga Inggris (Divisi Satu + Premier League) 20 2012/13
Piala FA 13 2023/24
Piala Liga (EFL Cup) 6 2022/23
Community Shield 21
Liga Champions / Piala Eropa 3 2007/08
Liga Europa 1 2016/17
Piala Winners 1 1990/91
Piala Super Eropa 1 1991
Piala Interkontinental 1 1999
Piala Dunia Antarklub FIFA 1 2008

Gelar Liga Inggris: 20 Kali Juara

Dua puluh gelar liga Manchester United adalah rekor luar biasa yang mengukuhkan status mereka sebagai raksasa sepak bola Inggris. Sejarah panjang ini terbagi menjadi dua era utama yang mendefinisikan identitas klub: 7 gelar di masa Divisi Satu (sebelum 1992) yang sarat akan kebangkitan pasca-tragedi, dan 13 gelar di era Premier League yang menandai dominasi absolut sepak bola modern.

Era Divisi Satu (7 gelar)

1907/08, 1910/11, 1951/52, 1955/56, 1956/57, 1964/65, 1966/67

Dua gelar pertama datang di bawah manajer Ernest Mangnall, tak lama setelah klub berganti nama dari Newton Heath menjadi Manchester United. Era ini menjadi fondasi awal kejayaan klub. Empat gelar berikutnya lahir di era legendaris Sir Matt Busby, termasuk dua gelar beruntun pada 1955/56 dan 1956/57 bersama generasi muda berbakat hasil didikan akademi yang kemudian dikenal luas sebagai Busby Babes. Gelar pada pertengahan 1960-an (1964/65 dan 1966/67) menjadi sangat emosional karena diraih setelah klub harus membangun ulang skuad dari nol menyusul Tragedi Udara Munich pada 1958, dengan dipimpin oleh trio legendaris Holy Trinity: Sir Bobby Charlton, Denis Law, dan George Best.

Era Premier League (13 gelar)

1992/93, 1993/94, 1995/96, 1996/97, 1998/99, 1999/2000, 2000/01, 2002/03, 2006/07, 2007/08, 2008/09, 2010/11, 2012/13

Era ini adalah simbol hegemoni tak terbantahkan. Seluruh gelar Premier League diraih di bawah komando manajer legendaris asal Skotlandia, Sir Alex Ferguson. Gelar pertama pada 1992/93 sangat monumental karena mengakhiri penantian panjang nan menyiksa selama 26 tahun sejak juara terakhir pada 1967, sekaligus menjadi musim perdana kompetisi berganti format menjadi Premier League. Era ini juga melahirkan pemain-pemain ikonik seperti Eric Cantona, Roy Keane, serta lulusan akademi Class of ’92 (seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, dan David Beckham). Gelar terakhir datang pada 2012/13, yang secara puitis menjadi musim penutup karier kepelatihan Ferguson sebelum ia memutuskan pensiun.

Piala FA: 13 Trofi

1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004, 2016, 2024

Sebagai kompetisi tertua di dunia, Piala FA punya tempat khusus dan magis dalam sejarah klub. Trofi 1990 menjadi sangat krusial karena merupakan gelar pertama Ferguson di Old Trafford, dan oleh banyak pengamat sejarah sering disebut sebagai titik balik krusial yang menyelamatkan posisinya dari ancaman pemecatan (berkat gol penyelamat Mark Robins di babak sebelumnya). Selain itu, kemenangan dramatis 2024 atas rival sekota Manchester City di final yang berlangsung di Wembley menjadi yang paling mutakhir, diraih di bawah asuhan manajer Erik ten Hag di tengah musim yang penuh tantangan.

Piala Liga: 6 Trofi

1992, 2006, 2009, 2010, 2017, 2023

Kompetisi ini—yang sering berganti nama sesuai sponsor seperti Carling Cup atau Carabao Cup—kerap dipakai oleh para manajer untuk memberi menit bermain berharga kepada pemain muda dan pemain lapis kedua di babak awal, tetapi tetap menghasilkan enam trofi bergengsi. Gelar 2006 dan 2009, misalnya, menjadi batu loncatan penting bagi generasi Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo. Sementara itu, gelar 2023 mengakhiri puasa trofi klub selama enam tahun, memberikan suntikan moral yang masif di awal era kepelatihan Erik ten Hag.

Tiga Malam di Eropa

Tiga gelar Liga Champions — atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Piala Eropa dalam format lamanya — masing-masing memiliki narasi dramatisnya sendiri dan menandai era yang berbeda dalam evolusi klub.

1968: Wembley

Sepuluh tahun setelah Tragedi Munich yang menghancurkan hati dan merenggut delapan nyawa pemain utama mereka, Manchester United bangkit dari abu untuk menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai Piala Eropa. Mereka mengalahkan klub raksasa Portugal, Benfica, dengan skor 4-1. Sir Matt Busby, yang selamat dari kecelakaan tragis itu dengan luka parah, masih berdiri tegar di pinggir lapangan untuk menyaksikan mimpinya—dan mimpi para pemain yang gugur—akhirnya terwujud.

1999: Camp Nou

Malam yang sering dianggap sebagai keajaiban terbesar dalam sejarah sepak bola klub. Tertinggal 1-0 hingga menit ke-90, dua gol di masa tambahan waktu dari Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer mengubah kekalahan yang hampir pasti menjadi kemenangan dramatis 2-1 atas Bayern Munich. Kemenangan ini sekaligus melengkapi Treble bersejarah bersama trofi Premier League dan Piala FA — pencapaian luar biasa yang belum pernah diraih klub Inggris mana pun sebelumnya.

2008: Moskow

Pertarungan sengit di bawah guyuran hujan deras ibukota Rusia. Ini adalah final sesama klub Inggris pertama dalam sejarah Liga Champions, melawan rival domestik, Chelsea. Pertandingan yang ditentukan lewat adu penalti ini diwarnai oleh penyelamatan krusial Edwin van der Sar dan keplesetnya kapten Chelsea, John Terry. Gelar prestisius ini melengkapi musim ganda yang luar biasa bersama kesuksesan menjuarai Premier League musim 2007/08.

Trofi Eropa dan Antarbenua Lainnya

Selain Liga Champions, Manchester United juga membuktikan dominasi mereka di turnamen internasional lainnya, melengkapi lemari piala mereka dengan koleksi yang sangat langka:

  • Piala Winners 1991 — mengalahkan raksasa Spanyol, Barcelona, di final berkat sepasang gol Mark Hughes. Ini adalah gelar Eropa pertama klub sejak 1968, menandai kebangkitan kembali mereka di Benua Biru setelah pencabutan larangan bertanding bagi klub-klub Inggris.
  • Piala Super Eropa 1991 — kemenangan atas Red Star Belgrade yang melengkapi kesuksesan di tahun yang sama.
  • Liga Europa 2017 — diraih di bawah asuhan Jose Mourinho, ini adalah satu-satunya trofi besar Eropa yang sebelumnya belum pernah diraih klub, sekaligus melengkapi status elit mereka sebagai pemenang seluruh koleksi tiga kompetisi utama UEFA.
  • Piala Interkontinental 1999 dan Piala Dunia Antarklub 2008 — dua gelar bergengsi level dunia yang masing-masing menyusul keberhasilan epik di kompetisi Eropa, menahbiskan mereka secara resmi sebagai klub terbaik di muka bumi pada tahun-tahun tersebut.

Membaca Angka-Angka Ini

Dua puluh gelar liga membuat Manchester United berada di puncak daftar klub tersukses Inggris, meski jumlah itu kini secara agregat disamai oleh rival bebuyutan mereka, Liverpool. Yang membedakan adalah sebaran dan pola kemenangannya: gelar United datang dalam tiga gelombang era manajerial yang sangat berbeda — era Mangnall, era Busby, dan era Ferguson — dengan jeda transisi yang panjang di antaranya.

Jeda sejarah itu sangat penting untuk dipahami secara kontekstual. Antara tahun 1967 dan 1993 terdapat 26 tahun di mana klub menderita tanpa satu pun gelar liga, bahkan sempat terdegradasi ke Divisi Dua pada tahun 1974. Artinya, kesuksesan klub ini tidak pernah berjalan lurus atau instan, melainkan datang berkelompok di sekitar sosok pelatih karismatik yang mampu membangun struktur dinasti dan merawat generasi pemain unggulan.

Bagi Anda yang ingin terus memantau performa dan posisi tim asuhan manajer saat ini dalam berbagai kompetisi domestik maupun Eropa, pembaruan terkini mengenai jadwal lengkap seluruh kompetisi beserta klasemennya tersedia di halaman jadwal dan klasemen.

Di sisi lain, untuk mengenali profil para penggawa, nomor punggung, hingga posisi detail dari para pemain yang membela klub saat ini bisa dilihat di halaman skuad Manchester United.

Jika Anda tertarik untuk mendalami narasi panjang mengenai asal-usul tim, tragedi, hingga masa kejayaan—latar belakang berdirinya klub, mulai dari Newton Heath hingga menjadi raksasa dunia, dibahas lengkap di halaman sejarah Manchester United.

Sebaran Gelar per Dekade

Membaca angka 20 gelar liga hanya sebagai satu angka bulat dapat menyembunyikan hal paling menarik tentang evolusi klub ini: gelar-gelar itu datang secara berkelompok membentuk sebuah dinasti, bukan merata secara konstan setiap tahunnya.

Periode Gelar liga Manajer Dominan
1900-an – 1910-an 2 Ernest Mangnall
1920-an – 1940-an 0
1950-an – 1960-an 5 Sir Matt Busby
1970-an – 1980-an 0
1990-an – 2010-an 13 Sir Alex Ferguson

Dua baris kosong di tabel itu (era 1920-an–1940-an dan 1970-an–1980-an) mencakup rentang waktu total sekitar 45 tahun. Artinya, selama hampir separuh sejarah modernnya, Manchester United adalah klub besar yang harus berjuang keras di tengah kesulitan dan tidak menjuarai liga. Ini adalah konteks krusial yang sering hilang atau terlupakan ketika orang-orang membandingkan performa klub secara antarmusim di era sepak bola modern yang menuntut hasil serba instan.

Satu-Satunya Klub Inggris dengan Catatan Ini

Di luar perdebatan soal jumlah trofi domestik, ada satu pencapaian paripurna yang bentuknya berbeda dan sangat eksklusif: Manchester United pernah memenangi ketiga kompetisi utama UEFA — Piala Eropa/Liga Champions, Piala Winners, dan Liga Europa.

Piala Winners diraih pada 1991 dan Piala Eropa sudah lebih dulu dimenangkan secara emosional pada 1968, tetapi kepingan terakhir berupa Liga Europa baru datang pada tahun 2017. Gelar dari turnamen kasta kedua Eropa itulah yang akhirnya melengkapi koleksinya. Hanya segelintir klub raksasa di Eropa (seperti Juventus, Ajax, Bayern Munich, dan Chelsea) yang pernah menyapu bersih ketiganya. Khusus bagi sebagian pendukung Setan Merah, kemenangan di tahun 2017 tersebut terasa jauh lebih bernilai sebagai pelengkap sejarah prestisius Eropa daripada sekadar sebagai trofi piala itu sendiri.

Soal Community Shield

Angka 21 kemenangan di ajang Community Shield (yang dahulu dikenal dengan Charity Shield) memang sering memancing perdebatan di kalangan sejarawan sepak bola maupun penggemar rival, karena statusnya secara teknis berbeda dari trofi mayor lain. Community Shield adalah laga seremonial pembuka tirai musim yang mempertemukan juara liga bertahan dan juara Piala FA — formatnya hanya satu pertandingan berdurasi 90 menit, bukan sebuah kompetisi berjenjang yang memakan stamina satu musim penuh.

Beberapa di antara raihan trofi tersebut juga berstatus “dibagi” (shared). Hal ini terjadi karena pada masa lalu (sebelum aturan adu penalti diperkenalkan pada 1993). Pertandingan yang berakhir imbang tidak dilanjutkan ke babak adu penalti. Akibatnya, kedua tim sama-sama dinobatkan sebagai pemenang dan memegang trofi perisai tersebut secara bergantian. Masing-masing selama enam bulan (contohnya pada tahun 1977 di mana trofi dibagi dengan Liverpool). Karena itu, sebagian catatan statistik independen tidak memasukkannya sebagai trofi mayor. Di halaman ini angkanya tetap ditampilkan sebagai bentuk apresiasi sejarah. Tetapi sengaja dipisahkan dari tabel gelar liga dan piala utama agar perbandingannya tetap objektif dan jujur.

Dibandingkan Klub Inggris Lain

Selama beberapa dekade terakhir sejak era 90-an. Raihan 20 gelar liga membuat Manchester United berdiri sendiri dengan pongah di puncak daftar klub tersukses Inggris. Namun, posisi puncak itu kini harus dibagi. Liverpool perlahan bangkit dan menyamai angka yang sama pada musim 2019/20, sehingga kini keduanya secara resmi berbagi rekor jumlah gelar kasta tertinggi.

Yang membedakan dari kedua institusi bersejarah ini tinggal polanya. Gelar-gelar liga Liverpool sebagian besar terkonsentrasi pada era 1970-an dan 1980-an. Sebuah periode transisi ketika United justru sedang mengalami paceklik gelar terpanjang mereka. Sebaliknya, 13 gelar United di era Premier League datang melesat bagai meteor persis ketika Liverpool absen dari perebutan gelar liga selama lebih dari tiga dekade. Fakta sejarah membuktikan bahwa dua klub tersukses di daratan Inggris ini nyaris tidak pernah berada di puncak kekuatan yang sama kuat pada waktu yang bersamaan.

Bagaimana Angka Ini Diperbarui

Daftar inventaris piala di halaman ini mencakup seluruh trofi resmi yang sudah diraih sampai artikel ini disusun dan ditinjau ulang. Dalam sepak bola modern yang bergerak cepat, statistik bisa berubah dalam hitungan bulan atau minggu. Bila ada gelar baru atau turnamen yang baru diselesaikan, untuk mendapatkan informasi real-time. Halaman jadwal dan klasemen biasanya lebih dulu memuat hasilnya. Karena sistem tersebut ditarik secara otomatis dan langsung dari data pertandingan resmi penyedia liga.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Berapa total trofi Manchester United?

Sekitar 70 trofi mayor yang diakui secara resmi. Koleksi ini mencakup gelar prestisius di kancah domestik (Liga dan Piala), kompetisi tingkat Eropa (UEFA), dan turnamen antarbenua (FIFA/Piala Interkontinental). Jika trofi Community Shield tidak dihitung karena statusnya sebagai laga pembuka, jumlah trofi mayor reguler mereka berkisar di angka 49.

Berapa kali Manchester United juara Liga Inggris?

20 kali — Terdiri dari 7 gelar di era Divisi Satu yang dimotori oleh kejeniusan manajer masa lalu. Dan 13 gelar di era Premier League modern yang seluruhnya diraih di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Berapa kali Manchester United juara Liga Champions?

Tiga kali, dan masing-masing memiliki memori ikoniknya: 1968 (kebangkitan pasca-Munich), 1999 (comeback ajaib menit akhir). Dan 2008 (drama adu penalti sesama tim Inggris).

Kapan Manchester United terakhir juara Liga Inggris?

Pada musim 2012/13. Musim ini menjadi sangat emosional dan historis karena juga menjadi musim terakhir. Sekaligus persembahan perpisahan dari Sir Alex Ferguson sebagai manajer. Sebelum ia resmi pensiun dari dunia sepak bola. Sejak saat itu, klub masih berjuang untuk merengkuh kembali mahkota liga.