Pereira Jujur: Hindari Ten Hag Demi Tinggalkan Man United

Jelang laga Manchester United kontra Fulham, Andreas Pereira secara blak-blakan mengakui bahwa ia sengaja menghindari Erik ten Hag agar bisa pergi dari Old Trafford pada 2022.

pereira-hindari-ten-hag-tinggalkan-mu-fulham

reddevilspulse – Jelang pertemuan krusial antara Manchester United dan Fulham di Craven Cottage hari ini, Minggu, 20 September, perhatian publik kembali tertuju pada salah satu mantan pemain akademi Setan Merah, Andreas Pereira. Sang gelandang, yang kini menjadi pilar penting di Fulham, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan terkait keputusannya meninggalkan Old Trafford pada musim panas 2022. Pereira secara terbuka mengungkapkan bahwa ia sengaja menghindari pembicaraan dengan manajer baru United saat itu, Erik ten Hag, karena tekadnya untuk mencari tantangan baru sudah bulat.

Andreas Pereira Ten Hag

Pengakuan Berani dari Mantan Gelandang United

Andreas Pereira, yang menghabiskan satu dekade di Manchester United setelah bergabung pada usia 16 tahun, akhirnya memutuskan untuk pindah ke Fulham pada tahun 2022. Keputusan ini, menurutnya, adalah langkah yang harus ia ambil demi perkembangan kariernya. Menariknya, pada saat Ten Hag baru ditunjuk sebagai bos baru United, Pereira justru memilih untuk tidak berinteraksi langsung dengan sang pelatih asal Belanda tersebut. Alasan di baliknya sangat personal dan mencerminkan tekad kuat Pereira.

Dalam sebuah wawancara, Pereira mengakui, ‘Saya tidak berbicara dengan Ten Hag. Saya mengenalnya karena pernah bekerja dengannya di PSV, tetapi saya sudah bertekad di kepala saya dan mungkin jika saya berbicara lagi dengan manajer, saya akan tetap bertahan.’ Perasaan ini menunjukkan betapa kuatnya keinginan Pereira untuk memulai lembaran baru. Ia khawatir Ten Hag, yang sudah dikenalnya, akan mampu meyakinkannya untuk memperjuangkan tempat di skuad Manchester United, sebuah skenario yang ingin ia hindari saat itu.

Mencari ‘Cinta’ dan Waktu Bermain Reguler

Pereira menjelaskan lebih lanjut tentang motivasinya di balik keputusan besar tersebut. Meskipun memiliki banyak kenangan, baik suka maupun duka, selama 10 tahun bersama Manchester United, ia merasa telah mencapai titik di mana ia perlu mencari lingkungan baru untuk berkembang. ‘Dalam kepala saya, saya berpikir ‘Saya harus pergi, saya perlu merasa percaya diri dan bermain’ dan itulah yang saya lakukan,’ ujarnya. Ia merasa perlu untuk mencari klub yang bisa memberinya kesempatan bermain secara reguler dan memberinya perasaan dihargai yang lebih besar.

Gelandang berusia 30 tahun itu menambahkan bahwa tawaran dari Fulham, khususnya dari manajer Marco Silva, adalah ‘kesempatan yang sempurna’ baginya. ‘Di United, saya memiliki banyak kenangan; kenangan indah, kenangan buruk. Ini sudah 10 tahun di klub. Saya tiba ketika berusia 16 tahun, jadi, Anda tahu, seorang anak muda. Itu adalah perjalanan yang luar biasa, tetapi saya sampai pada tahap di mana saya berpikir mungkin yang terbaik adalah tidak bertahan,’ papar Pereira, menggarisbawahi keinginan kuatnya untuk mendapatkan tantangan baru.

Baca Juga :

Keputusan Terbaik dalam Hidupnya

Waktu telah membuktikan bahwa keputusan Pereira untuk bergabung dengan Fulham adalah langkah yang tepat baginya. Sejak pindah ke London Barat, Pereira telah menemukan performa terbaik dalam kariernya. Ia telah mencetak 10 gol dalam 119 pertandingan untuk The Cottagers dan menjadi salah satu pemain kunci mereka. Pencapaian ini, menurutnya, adalah bukti bahwa kepindahannya adalah pilihan terbaik.

Pereira tidak ragu-ragu menyatakan pada tahun 2024, ‘Saya pikir itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat dalam hidup saya. Untuk datang dan bermain di sini, untuk menikmati sepak bola saya, untuk kembali ke tim nasional dengan pemain-pemain hebat, untuk menikmati sepak bola saya di Premier League, pergi adalah keputusan terbaik yang saya buat. Waktu saya di sana, saya benar-benar menikmati berada di klub yang fantastis. Tapi saya tidak menyesal pergi.’ Pengakuan ini menunjukkan kepuasan dan kebahagiaannya dengan perjalanan karier barunya, serta menegaskan tidak ada penyesalan sama sekali atas kepergiannya dari klub yang membesarkannya.

Ia juga mengakui adanya dorongan pribadi untuk membuktikan diri. ‘Kami [para pemain dalam situasi saya] memiliki keinginan ini untuk menunjukkan bahwa salah jika kami tidak bermain.’ Dengan dukungan dari staf dan rekan-rekan di Fulham, Pereira berhasil menjalani musim yang luar biasa, dengan Marco Silva menjadi sosok penting di balik keberhasilannya. ‘Marco Silva bertanggung jawab atas saya datang ke Fulham. Saya akan selalu berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan untuk saya,’ tambahnya.

Reuni di Craven Cottage dan Konteks Terbaru United

Pertemuan antara Manchester United dan Fulham hari ini tidak hanya menjadi panggung bagi reuni Pereira dengan mantan klubnya, tetapi juga datang di tengah periode yang menantang bagi Setan Merah. United baru saja mengalami kekalahan mengejutkan di Carabao Cup pada hari Rabu lalu, di mana mereka membuang keunggulan 2-0 di kandang sendiri melawan Brighton sebelum akhirnya kalah 3-2 dan tersingkir dari kompetisi. Hasil ini tentu memberikan tekanan tambahan bagi Erik ten Hag dan pasukannya untuk bangkit di Premier League.

Bagi Andreas Pereira, pertandingan ini akan menjadi kesempatan untuk menghadapi langsung klub yang ia tinggalkan, serta manajer yang secara sengaja ia hindari dua tahun lalu. Ini bukan hanya pertarungan taktik di lapangan, melainkan juga kesempatan bagi Pereira untuk sekali lagi menunjukkan bahwa keputusannya untuk mencari jalan lain adalah yang terbaik bagi kariernya, dan bahwa ia telah menemukan ‘cinta’ serta kepercayaan diri yang ia cari di Fulham.