Kritik Pedas Gary Neville: Pertahanan Manchester United ‘Berteriak’ Butuh Perbaikan

Gary Neville melontarkan kritik tajam terhadap lini pertahanan Manchester United setelah kebobolan gol penyama kedudukan di menit-menit akhir kontra Everton, menyoroti kesalahan individu dari Andrey Santos, Patrick Dorgu, dan Leny Yoro.

kritik-gary-neville-pertahanan-man-united

reddevilspulse – Legenda Manchester United, Gary Neville, tak mampu menahan kekecewaannya dan melontarkan kritik pedas terhadap lini pertahanan mantan klubnya. Hal ini menyusul kegagalan The Red Devils mempertahankan keunggulan dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, sebuah hasil yang membuat Neville frustrasi karena kesalahan individu yang mencolok.

pertahanan Manchester United

Blunder Fatal dan Gol Penyama Kedudukan Everton

Pertandingan yang seharusnya bisa diamankan Manchester United berakhir dengan kekecewaan setelah gol penyama kedudukan Everton di menit-menit akhir. Meskipun United berhasil mencetak dua gol, itu tidak cukup untuk mengalahkan tim Everton yang dinilai Neville sangat terbatas. Gol spektakuler Ainsley Maitland-Niles pada menit ke-95 memang sulit dihentikan, namun Neville menegaskan bahwa gol tersebut berawal dari kegagalan berulang United untuk membersihkan lini pertahanan mereka.

Neville secara khusus menyoroti serangkaian keputusan buruk dan kurangnya organisasi di lini belakang. Dia menyebutkan secara spesifik kesalahan dari Andrey Santos, Patrick Dorgu, dan Leny Yoro. Menurut Neville, Everton berhasil menyamakan kedudukan dari sebuah urutan kejadian yang menunjukkan disorganisasi parah di pertahanan Manchester United.

Analisis Detail Kesalahan Individu

Menganalisis proses gol penyama kedudukan, Neville menjelaskan bagaimana Patrick Dorgu melakukan kesalahan fatal dengan melangkah keluar dari garis pertahanan untuk melakukan pressing sendirian. Tindakan ini menciptakan celah besar di belakangnya. Tanpa ada gelandang yang bergeser untuk menutupi ruang kosong tersebut, Everton dengan mudah melewati Dorgu dan membangun serangan dari sisi kiri pertahanan United.

“Saya melihat semuanya – yah, saya tidak melihat 20 detik terakhir mungkin segera setelah gol dari [Ainsley] Maitland-Niles itu masuk,” kata Neville, menggambarkan betapa frustrasinya dia hingga beralih menonton pertandingan lain. “Itu adalah kesalahan besar. Dan itu adalah kesalahan besar dari Dorgu, tapi dia mungkin telah diperintahkan untuk menekan oleh Santos, tapi saya tidak percaya dia akan melakukannya.”

Kurangnya komunikasi menjadi masalah utama yang disoroti Neville. Andrey Santos, yang seharusnya menutupi celah di belakang Dorgu, justru tetap di posisinya, membiarkan bola melewati Dorgu dengan mudah. Selain itu, lini belakang United harus mengalami perubahan paksa di tengah pertandingan, dengan Diogo Dalot keluar dan Leny Yoro masuk sebagai bek kanan. Neville mencatat bahwa Yoro bermain terlalu sempit dan dalam, seperti bek tengah ketiga atau bahkan keempat, alih-alih menjaga lebar lapangan.

Baca Juga :

Kerapuhan Pertahanan yang Mengkhawatirkan

Neville menekankan bahwa Manchester United kini secara konsisten kebobolan dua gol per pertandingan, sebuah statistik yang sangat mengkhawatirkan. Dalam tiga pertandingan Premier League melawan tim-tim yang kemungkinan akan berada di paruh bawah klasemen dan mungkin berjuang menghindari degradasi, United selalu kebobolan dua gol. Jika tren ini berlanjut, mereka berada di jalur untuk kebobolan 76 gol dalam semusim, angka yang tidak dapat diterima untuk tim sekelas Manchester United.

“Manchester United kebobolan dua gol per pertandingan, itu saja. Dari perspektif United, Anda tidak bisa kebobolan dua gol per pertandingan,” tegas Neville. Dia menambahkan bahwa meskipun ada yang mungkin menganggap gol-gol tersebut spektakuler, gol terakhir Everton sebenarnya adalah gol yang buruk dari sudut pandang pertahanan United karena kurangnya organisasi dan kesalahan fatal yang mendahuluinya.

Saat tim bermain tandang dan unggul 2-1 di menit-menit akhir, Neville berharap ada dorongan untuk menekan lawan lebih tinggi dan mencegah pemain lawan melakukan hal-hal bodoh. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Dorgu bergerak maju, bola melewatinya, dan Everton dengan mudah merangsek dari sisi kiri. Santos tidak segera menutup ruang, sementara Yoro bermain terlalu dalam dan sempit, menunggu bola masuk ke kotak penalti.

Dampak Psikologis dan Tantangan Mendatang

Kesalahan-kesalahan ini, menurut Neville, adalah ‘kesalahan nyata dalam persiapan gol’ dan membuatnya ‘berteriak’ saat itu terjadi. Dia tahu betul bahwa tim lawan akan memompa bola ke dalam kotak penalti dan mencoba tembakan di menit-menit terakhir, sehingga organisasi pertahanan menjadi krusial. “Anda akan menghadapi tim yang putus asa di menit-menit terakhir, jadi Anda harus memastikan Anda terorganisir, dan United tidak terorganisir di beberapa menit terakhir itu,” jelasnya.

Neville, yang pernah bermain di tim United yang tidak selalu berada di level pertahanan teratas antara era Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar, memahami dampak psikologis dari kerapuhan lini belakang. Tim lawan tidak menyerah begitu saja, dan mereka akan merasakan bahwa mereka memiliki peluang untuk mencetak gol. “Itu adalah posisi yang mengerikan untuk berada di dalamnya,” tutup Neville.

Masalah pertahanan ini harus segera diatasi oleh The Red Devils. Sebelum menghadapi derbi Manchester yang sengit melawan tim asuhan Enzo Maresca pada hari Minggu, mereka akan kembali beraksi di Liga Champions pada Kamis malam, menjamu klub Azerbaijan Sabah FK di Old Trafford. Dua pertandingan krusial ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi lini pertahanan Manchester United yang tengah menjadi sorotan tajam. Kegagalan memperbaiki celah ini bisa berakibat fatal bagi ambisi mereka di kedua kompetisi tersebut.

1 thought on “Kritik Pedas Gary Neville: Pertahanan Manchester United ‘Berteriak’ Butuh Perbaikan

Comments are closed.