Krisis Pogba di Monaco: Kontrak Terancam Batal di Tengah Badai Cedera
Paul Pogba kembali menghadapi masa sulit dalam kariernya setelah dikabarkan akan mengakhiri kontraknya dengan AS Monaco di tengah cedera baru dan performa yang jauh dari harapan.
reddevilspulse – Krisis Pogba Monaco semakin dalam setelah laporan menyebutkan bahwa mantan gelandang Manchester United, Paul Pogba, sedang dalam pembicaraan serius dengan AS Monaco untuk memutus kontraknya. Situasi ini muncul menyusul serangkaian masalah kebugaran dan cedera yang terus menghantuinya, bahkan setelah larangan anti-doping yang panjang.

Akhir Perjalanan Singkat di Stade Louis II?
Paul Pogba baru bergabung dengan AS Monaco pada musim panas lalu, menandatangani kontrak berdurasi dua tahun setelah berstatus bebas transfer dari Juventus pada November 2024. Harapan besar mengiringi kedatangannya di klub Ligue 1 tersebut, dengan tujuan mengembalikan kebugaran dan performa terbaiknya seperti sedia kala. Namun, kenyataan pahit justru membayangi, di mana ia hanya mencatatkan enam penampilan kompetitif untuk klub tersebut.
Keenam penampilan itu semuanya terjadi di Ligue 1 musim lalu, menunjukkan betapa terbatasnya kontribusi Pogba di lapangan. Kini, ia kembali dihantam cedera hamstring saat menjalani tur pramusim Monaco di St George’s Park pada hari Selasa. Cedera tersebut dikhawatirkan akan membuatnya menepi selama beberapa bulan, menambah panjang daftar riwayat cedera yang menghambat kariernya.
Pembicaraan Pemutusan Kontrak yang Telah Berlangsung Lama
Laporan menyebutkan bahwa pembicaraan antara Monaco dan perwakilan Pogba mengenai pemutusan kontrak atas dasar kesepakatan bersama sebenarnya sudah berlangsung selama beberapa minggu. Ini mengindikasikan bahwa masalah performa dan kebugaran Pogba bukanlah hal yang baru menjadi perhatian manajemen klub.
Monaco awalnya berharap dapat membantu Pogba kembali ke level kebugaran puncaknya, namun tampaknya mereka merasa upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. Absennya Pogba dari sesi pramusim Monaco, ditambah dengan perjuangan panjangnya untuk mencapai kebugaran penuh, memperkuat dugaan bahwa masa depannya di klub semakin tidak jelas.
Komentar CEO Monaco yang Menggantung
Bulan lalu, CEO Monaco, Thiago Scuro, secara terbuka mengisyaratkan ketidakpastian masa depan Pogba di klub. Dalam sebuah konferensi pers, Scuro menyatakan, "Mungkin dia akan pergi, ya, mungkin dia akan bertahan di sini, ya." Ia mengakui bahwa subjek masa depan Pogba adalah "sangat rumit", didasari rasa hormat yang besar terhadap Paul sebagai pribadi.
Scuro menyoroti bahwa ketika Pogba pertama kali tiba, ia menunjukkan sikap yang sangat positif, bekerja keras, dan membantu para pemain muda. Namun, ia jujur mengakui bahwa proyek yang direncanakan "tidak berjalan dengan baik musim lalu" dan ekspektasi awal berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. "Sekarang, kita harus adil kepadanya, melihat persiapannya setiap minggu, untuk melihat bagaimana progresnya, level fisiknya, level teknisnya. Dan setelah itu, itu akan menjadi keputusan bagi pelatih," tambah Scuro, menegaskan bahwa waktu bermain sepenuhnya bergantung pada performa. Ia juga menekankan hubungan yang selalu terbuka dan transparan dengan Pogba, serta kesediaan untuk mencari solusi jika tujuan pemain dan klub berbeda.
Baca Juga :
- Aksi Mulia Bruno Fernandes, Kapten Sejati di Dalam dan Luar Lapangan
- Tielemans: ‘Pencurian’ Transfer MU Bikin Pundit Heran, Perburuan Bek Kiri Kian Intens
Perjalanan Penuh Liku Setelah Larangan Anti-Doping
Kondisi ini menambah babak baru dalam perjalanan karier Pogba yang penuh gejolak. Ia baru kembali ke lapangan hijau pada November 2025, membuat debutnya untuk Monaco setelah 26 bulan absen akibat larangan pelanggaran peraturan anti-doping. Awalnya, Pogba dijatuhi larangan empat tahun pada Februari 2024, sebuah hukuman yang hampir mengakhiri karier profesionalnya.
Namun, setelah banding, larangan tersebut dikurangi menjadi 18 bulan, memungkinkan dia untuk kembali berlatih pada Januari 2025 dan kembali beraksi dalam kompetisi pada Maret 2025. Terlepas dari upaya kembali ini, ia hanya bisa mencatatkan enam penampilan untuk Monaco, menyoroti tantangan besar yang dihadapinya untuk meraih kembali performa dan kebugaran puncaknya.
Warisan Pogba di Manchester United dan Juventus
Bagi para penggemar Manchester United, Paul Pogba adalah nama yang tidak asing. Ia sempat menimba ilmu di akademi United sebelum akhirnya kembali ke Old Trafford dengan rekor transfer 89,3 juta poundsterling pada tahun 2016 setelah periode suksesnya di Juventus. Selama enam tahun periode kedua bersama The Red Devils, ia menjadi aset penting di bawah arahan Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer, mencatatkan lebih dari 200 penampilan.
Pogba sempat memenangkan Piala Liga dan Liga Europa bersama United, menunjukkan kilasan kejeniusannya. Namun, ia kembali meninggalkan United untuk kedua kalinya pada tahun 2022 setelah kontraknya berakhir dan kembali bergabung dengan Juventus. Perjalanan kariernya yang dipenuhi dengan ekspektasi tinggi, momen brilian, namun juga diwarnai oleh cedera dan kontroversi, kini mencapai persimpangan jalan krusial di Monaco.
Implikasi Masa Depan Pogba
Jika kesepakatan pemutusan kontrak tercapai, Paul Pogba akan kembali berstatus bebas agen di usia 33 tahun, sebuah situasi yang jarang terjadi bagi pemain sekaliber dirinya, apalagi setelah larangan panjang dan cedera berulang. Ini akan menjadi tantangan besar bagi Pogba untuk menemukan klub baru yang bersedia mengambil risiko atas kondisi fisik dan rekam jejaknya. Para penggemar United yang selalu mengikuti perjalanan mantan bintang mereka ini tentu akan terus memantau perkembangan selanjutnya, berharap Pogba dapat menemukan kembali kebahagiaan dan performa di lapangan hijau, di mana pun kariernya akan berlanjut.
