Peran Bruno dan Cunha Belum Menyatu di Bawah Carrick
Manchester United belum mendapatkan kembali koneksi efektif Bruno Fernandes dan Matheus Cunha seperti musim lalu. Perubahan peran keduanya di bawah Michael Carrick ikut menghambat produktivitas lini serang.
reddevilspulse – Bruno dan Cunha belum mampu menghidupkan kembali koneksi menyerang yang sempat menjanjikan bagi Manchester United musim lalu. Kekalahan 0-2 dari Chelsea memperlihatkan bahwa meski keduanya kembali dipasang di posisi yang relatif nyaman, hubungan di lapangan masih belum menghasilkan dampak nyata.

Peran yang Berubah Sepanjang Musim
Bruno Fernandes kembali masuk starting XI saat Manchester United menghadapi Chelsea pada Sabtu, setelah sempat tidak dimainkan oleh Michael Carrick pada bulan lalu. Kapten United itu bermain penuh 90 menit dan ditempatkan sebagai gelandang serang, berada di belakang Bryan Mbeumo yang mengisi lini depan.
Di kedua sisinya terdapat Amad Diallo di kanan dan Matheus Cunha di kiri. Susunan tersebut secara teori memberi Fernandes opsi kreatif yang cukup lengkap, terutama dengan Cunha yang memiliki kemampuan bergerak ke area tengah dan menyerang ruang antarlini. Namun, skema itu belum membentuk kombinasi yang setajam harapan.
Masalahnya bukan sekadar soal kualitas individu. Sepanjang kampanye 2026-27, baik Fernandes maupun Cunha cukup sering menempati peran yang berubah-ubah. Kondisi itu menyulitkan keduanya membangun pemahaman yang konsisten, khususnya ketika United membutuhkan aliran serangan yang lebih terstruktur.
Bruno dan Cunha Pernah Sangat Produktif
Pada musim lalu, Fernandes menjadi pemain United yang paling banyak menciptakan peluang dari permainan terbuka untuk Cunha, dengan total 23 peluang. Angka tersebut menggambarkan bahwa ada dasar kerja sama yang kuat di antara keduanya ketika ditempatkan dalam struktur yang sesuai.
Cunha, yang tiba dari Wolves pada musim panas 2025, tampil sebagai salah satu sumber ancaman terbesar United. Ia dapat bermain sebagai nomor 10 dari sisi kiri maupun winger kiri, peran yang memberinya keleluasaan untuk membawa bola, melakukan kombinasi pendek, dan masuk ke kotak penalti dari area favoritnya.
Fernandes juga menikmati hubungan itu pada paruh kedua musim 2025-26. Ia mencatatkan assist untuk Cunha dalam pertandingan melawan Chelsea, Aston Villa, dan Nottingham Forest. Sebaliknya, Cunha memberi assist kepada Fernandes ketika United menang 2-0 atas Manchester City pada Januari.
Koneksi tersebut bukan hanya terbentuk melalui umpan terakhir. Pergerakan Cunha dari sisi kiri dapat membuka jalur progresi bagi Fernandes, sementara visi sang kapten membantu menemukan Cunha saat pemain Brasil itu bergerak ke ruang di antara bek lawan dan lini tengah. Ketika keduanya berada dalam ritme yang sama, serangan United terlihat lebih cair.
Posisi Cunha Tidak Lagi Konsisten
Situasinya berbeda pada musim ini. Cunha baru empat kali bermain dari sisi kiri dalam 13 pertandingan. Ia lebih sering bergantian dengan Bryan Mbeumo di posisi penyerang tunggal, terutama karena Benjamin Sesko tidak tersedia.
Perubahan itu membuat Cunha harus menyesuaikan jenis kontribusinya. Sebagai penyerang utama, ia dituntut lebih sering bermain membelakangi gawang, menahan bola, dan berada di area sentral yang lebih padat. Tugas tersebut tidak sepenuhnya sama dengan peran dari kiri yang pernah membuatnya tampil efektif.
Carrick juga beberapa kali menggantikan Cunha di sisi kiri dengan Marcus Rashford. Rotasi semacam ini dapat dipahami dari kebutuhan taktik dan kondisi skuad, tetapi efek sampingnya adalah Cunha belum memiliki jalur permainan yang benar-benar tetap. Ia belum mendapatkan kontinuitas yang cukup untuk mengulang level performanya dari musim lalu.
Dalam konteks Bruno dan Cunha, posisi awal sangat penting. Bila Cunha memulai dari kiri, Fernandes memiliki target yang lebih mudah dikenali ketika menguasai bola di tengah. Cunha dapat melebar, masuk ke half-space, atau melakukan lari diagonal. Saat Cunha menjadi penyerang tunggal, ruang dan titik referensi kombinasi mereka ikut berubah.
Baca Juga :
- Manchester United vs AS Roma: Ujian Respons di Old Trafford
- Kobbie Mainoo Akui United Belum Layak Menuntut Fans
Fernandes Juga Terdampak Penyesuaian Taktik
Fernandes tidak selalu bermain sebagai nomor 10 pada musim ini. Ia pernah ditempatkan di sisi kanan ketika United kalah 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions. Pada kekalahan 1-4 melawan Como bulan lalu, ia bahkan beroperasi sebagai false nine.
Fleksibilitas Fernandes memang bisa berguna bagi pelatih, terutama ketika United perlu menutup absennya pemain tertentu atau mencari variasi serangan. Akan tetapi, perubahan peran yang terlalu sering juga berisiko mengurangi pengaruh pemain yang selama ini paling berbahaya ketika bebas menerima bola di area tengah.
Performa Fernandes musim ini juga belum stabil. Di luar penampilan menonjol dalam kemenangan 5-2 atas Ipswich Town pada Agustus, ia belum secara konsisten mencapai pengaruh yang diharapkan dari seorang kapten dan kreator utama. Situasi itu tentu tidak seluruhnya berasal dari keputusan taktik, sebab Fernandes tetap perlu meningkatkan kualitas eksekusi dan pengambilan keputusannya di lapangan.
Namun, struktur tim tetap menjadi faktor penting. Pemain kreatif membutuhkan pola yang berulang, rekan yang memahami waktu bergerak, dan posisi yang tidak terlalu sering berubah. Tanpa fondasi tersebut, kualitas umpan Fernandes dapat kehilangan sasaran, sementara Cunha kesulitan menemukan area terbaik untuk menerima bola.
Pertandingan Chelsea Menegaskan Pekerjaan Rumah Carrick
Fernandes dan Cunha sudah sembilan kali menjadi starter bersama dari 12 pertandingan United musim ini. Tiga kesempatan lainnya terjadi ketika salah satu dari mereka masuk sebagai pemain pengganti. Jumlah tersebut menunjukkan keduanya bukan pasangan yang benar-benar terpisah, tetapi frekuensi bermain bersama belum otomatis menghasilkan kesinambungan.
Melawan Chelsea, keduanya kembali ditempatkan dalam peran yang mendekati posisi ideal: Fernandes di tengah dan Cunha dari kiri. Meski demikian, hubungan yang dulu menghasilkan peluang serta assist belum terlihat. Cunha kemudian digantikan Mason Mount pada menit ke-66, menutup kesempatan bagi pasangan itu untuk menemukan ritme pada fase akhir pertandingan.
Belum ada assist yang tercipta antara Fernandes dan Cunha pada musim ini. Statistik tersebut kontras dengan kontribusi silang mereka pada musim lalu, sekaligus menandai bahwa masalah United bukan semata-mata kurangnya individu berkualitas. Tim belum berhasil menciptakan lingkungan yang memaksimalkan hubungan antarpemain kunci.
Menemukan Kembali Jalur Serangan United
Carrick tidak bisa memikul seluruh tanggung jawab atas menurunnya koneksi ini. Absennya Sesko memengaruhi pilihan di lini depan, sementara Fernandes dan Cunha juga wajib menunjukkan konsistensi yang lebih baik. Meski begitu, keputusan mengenai posisi keduanya akan sangat menentukan apakah United bisa memperbaiki produktivitas serangan.
Jika Cunha kembali diberi menit bermain yang lebih berkelanjutan dari sisi kiri, Fernandes berpeluang memiliki pasangan yang lebih familiar dalam membangun serangan. Di saat bersamaan, Mbeumo dapat fokus menjalankan tugasnya di lini depan. Struktur seperti itu bukan jaminan kemenangan, tetapi bisa menjadi titik awal yang lebih jelas.
Manchester United membutuhkan lebih dari sekadar perubahan susunan pemain dari pekan ke pekan. Tim memerlukan pola yang dapat dikenali, terutama bagi para pemain yang seharusnya menjadi pembeda di sepertiga akhir. Mengembalikan hubungan Bruno dan Cunha ke jalur yang tepat dapat menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki performa United pada sisa musim.

1 thought on “Peran Bruno dan Cunha Belum Menyatu di Bawah Carrick”
Comments are closed.