Ben Foster Soroti Perpisahan Dan Ashworth dari MU

Ben Foster menilai Dan Ashworth Manchester United mungkin berakhir karena adanya perbedaan pandangan di balik layar. Ia menyoroti peran Omar Berrada dan Jason Wilcox dalam perubahan struktur klub.

ben-foster-dan-ashworth-mu

reddevilspulse – Dan Ashworth Manchester United kembali menjadi topik pembicaraan setelah Ben Foster menyampaikan pandangannya mengenai berakhirnya masa kerja singkat sang mantan direktur olahraga di Old Trafford. Foster menduga Ashworth dapat saja menimbulkan ketegangan dengan Omar Berrada dan Jason Wilcox bila ia terlalu terbuka menyoroti masalah dalam struktur sepak bola klub.

Dan Ashworth Manchester United

Dan Ashworth Manchester United dan masa kerja yang singkat

Kedatangan Ashworth sempat dipandang sebagai bagian penting dari perubahan besar Manchester United setelah INEOS mengambil alih kendali atas urusan sepak bola pada 2024. Ia tiba dengan pengalaman di sejumlah posisi teknis dan olahraga, serta diharapkan melengkapi struktur baru yang juga melibatkan Omar Berrada dan Jason Wilcox.

Sebelum resmi bekerja di Old Trafford pada Juli 2024, Ashworth menjalani lima bulan masa cuti berkebun setelah meninggalkan Newcastle United. Manchester United juga disebut telah mengeluarkan biaya sekitar £2 juta hingga £3 juta untuk membawanya ke klub.

Namun, kerja sama tersebut tidak bertahan lama. Ashworth meninggalkan Manchester United pada Desember 2024, hanya sekitar lima bulan setelah kedatangannya. Perpisahan itu menjadi salah satu perkembangan paling mengejutkan dalam restrukturisasi INEOS, khususnya karena Ashworth sebelumnya menjadi figur yang sangat diinginkan Sir Jim Ratcliffe.

Setelah meninggalkan Old Trafford, Ashworth kembali ke sepak bola pada 2025 dengan menerima peran sebagai chief football officer pertama di Asosiasi Sepak Bola Inggris. Sementara itu, Manchester United melanjutkan pembangunan struktur internalnya tanpa dirinya.

Foster melihat kemungkinan adanya benturan pandangan

Foster pernah bekerja bersama Ashworth ketika mantan petinggi Manchester United tersebut bertugas sebagai direktur teknis West Bromwich Albion. Dari pengalaman itu, mantan kiper tersebut melihat Ashworth sebagai sosok yang berani menyampaikan keberatan apabila menemukan hal yang tidak sesuai dengan pandangannya.

Dalam komentarnya, Foster menilai Ashworth mungkin akan menolak sejumlah hal yang ia anggap keliru di Manchester United. Ia lalu berspekulasi bahwa sikap seperti itu dapat membuat Ashworth dipandang sebagai ancaman oleh pihak lain dalam struktur klub.

Foster secara khusus mengaitkan kemungkinan tersebut dengan Berrada dan Wilcox. Ia menduga keduanya dapat merasa tersudut apabila Ashworth secara terbuka mengkritik cara kerja atau keputusan yang sedang berjalan. Meski demikian, pandangan Foster merupakan interpretasi pribadi atas situasi tersebut, bukan penjelasan resmi mengenai alasan perpisahan Ashworth dan Manchester United.

Tidak ada rincian yang menunjukkan bahwa konflik personal menjadi penyebab keluarnya Ashworth. Karena itu, spekulasi Foster perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat: sebagai pendapat dari seseorang yang mengenal karakter Ashworth dari pengalaman kerja sebelumnya.

Baca Juga :

Peran Berrada dan Wilcox dalam era INEOS

Berrada dan Wilcox memang menjadi dua tokoh penting dalam penataan ulang Manchester United sejak INEOS mengambil kendali operasi sepak bola klub. Berrada datang dari Manchester City untuk menggantikan Richard Arnold sebagai chief executive officer, setelah sebelumnya memegang peran besar dalam City Football Group.

Wilcox juga direkrut pada 2024 dari Southampton. Ia awalnya bergabung sebagai direktur teknis sebelum kemudian mengambil peran direktur olahraga menggantikan Ashworth. Dalam perkembangan berikutnya pada 2025, Wilcox beralih menjadi director of football setelah menggantikan Sir David Brailsford.

Perubahan jabatan tersebut memperlihatkan bahwa Manchester United terus mencari bentuk paling tepat untuk struktur sepak bolanya. Peran direktur olahraga, direktur teknis, chief executive officer, dan director of football memang saling berkaitan, tetapi pembagian kewenangan yang jelas sangat penting agar proses perekrutan, pengembangan skuad, serta arah sepak bola klub berjalan selaras.

Arti stabilitas struktur bagi skuad utama

Bagi pendukung Manchester United, pembicaraan mengenai jajaran eksekutif mungkin terasa jauh dari pertandingan di lapangan. Akan tetapi, keputusan di balik layar berpengaruh langsung terhadap kualitas skuad utama pria, mulai dari perekrutan pemain, perencanaan jangka panjang, hingga kesinambungan filosofi permainan.

Restrukturisasi yang terlalu sering berubah berpotensi menghambat konsistensi. Sebaliknya, struktur yang stabil memberi kesempatan kepada klub untuk menjalankan rencana secara lebih terukur. Dalam konteks itu, singkatnya masa kerja Ashworth menimbulkan pertanyaan wajar mengenai bagaimana Manchester United membagi tanggung jawab dan menyatukan visi di antara para petinggi sepak bolanya.

Foster menilai Ashworth justru mungkin keluar dari situasi tersebut dengan pandangan yang lebih jelas mengenai kondisi internal klub. Ia juga menyinggung respons negatif yang sempat diterima Ashworth setelah perpisahan itu, sembari menganggap mantan koleganya tidak banyak berbicara karena keterbatasan untuk mengungkapkan detail.

Ujian koordinasi di balik keputusan besar

Pernyataan Foster tidak mengubah fakta bahwa Berrada dan Wilcox kini menjadi bagian sentral dari arah Manchester United. Keduanya memikul tanggung jawab besar untuk memastikan perubahan kepemimpinan di ruang rapat menghasilkan dampak nyata bagi tim senior di lapangan.

Manchester United membutuhkan jalur pengambilan keputusan yang tegas, komunikasi yang sehat, dan kesatuan tujuan dalam setiap langkah besar. Tanpa itu, pergantian figur di balik layar akan terus memunculkan pertanyaan tentang arah klub, terlepas dari siapa yang menduduki jabatan tertentu.

Kasus Ashworth menjadi pengingat bahwa membangun ulang klub tidak hanya soal mendatangkan nama-nama berpengalaman. Tantangan terbesarnya adalah menyatukan mereka dalam sistem yang mampu bekerja secara konsisten untuk kepentingan Manchester United dalam jangka panjang.