Drama Transfer Marcos Rojo: Mantan Bek MU Absen Latihan demi Estudiantes
Marcos Rojo, mantan bek Manchester United, kembali menjadi sorotan setelah menolak berlatih dengan Racing Club di Argentina. Ia bertekad untuk kembali ke klub masa kecilnya, Estudiantes, memicu konflik serius.
reddevilspulse – Marcos Rojo, bek kawakan asal Argentina yang pernah membela panji Manchester United, kini tengah menjadi pusat drama transfer yang memanas di tanah kelahirannya. Pemain berusia 36 tahun itu dilaporkan menolak untuk berlatih bersama klubnya saat ini, Racing Club, dalam upaya nyata untuk memaksakan kepindahan ke klub masa kecilnya, Estudiantes.

Karier Penuh Warna Sebelum Old Trafford
Sebelum tiba di Old Trafford dan menjadi bagian dari skuad Manchester United, Marcos Rojo telah meniti karier yang penuh warna. Ia memulai perjalanannya di Estudiantes, sebuah klub yang sangat berarti baginya. Di sana, Rojo sukses meraih gelar Copa Libertadores pada tahun 2009 dan Primera Division di tahun 2010, menunjukkan bakatnya sebagai bek muda yang menjanjikan. Setelah periode singkat di kancah sepak bola Rusia, ia kemudian melanjutkan petualangannya ke Sporting CP di Portugal. Di Liga Portugal, performanya semakin matang dan ia berhasil menarik perhatian banyak pihak, termasuk tim nasional Argentina.
Puncaknya terjadi pada Piala Dunia 2014, di mana penampilan impresifnya bersama tim Tango membuatnya menjadi incaran klub-klub top Eropa. Salah satu yang paling tertarik adalah Manchester United. Louis van Gaal, pelatih United kala itu, melihat potensi besar dalam diri bek kiri berkaki kidal yang dikenal vokal dan agresif tersebut.
Enam Setengah Tahun Penuh Gairah di Manchester United
Pada bulan Agustus 2014, Marcos Rojo secara resmi bergabung dengan Manchester United dari Sporting CP dengan biaya transfer sekitar 16 juta poundsterling. Selama enam setengah tahun berseragam Setan Merah, karier Rojo di Old Trafford diwarnai oleh pasang surut. Ia seringkali dilanda cedera yang menghambat konsistensinya di lapangan. Meski demikian, Rojo berhasil memenangkan hati para penggemar United berkat pendekatan bertahannya yang tanpa kompromi, penuh gairah, dan semangat juang yang tinggi.
Temperamennya yang berapi-api seringkali menjadi ciri khas permainannya, yang terkadang menguntungkan tim dan di lain waktu justru berbuah kartu. Selama membela United, Rojo mencatatkan 122 penampilan di semua kompetisi, dengan 76 di antaranya di Liga Primer. Ia berhasil mencetak dua gol dan membantu tim meraih 38 clean sheets. Kontribusinya turut membawa United meraih gelar Piala FA pada tahun 2016, diikuti oleh torehan ganda Piala Liga dan Liga Europa di tahun berikutnya, menjadikannya bagian dari era kesuksesan di bawah Jose Mourinho.
Kembali ke Argentina dan Babak Baru di Racing Club
Setelah pengabdiannya di Manchester United berakhir pada tahun 2021, Marcos Rojo memutuskan untuk kembali ke tanah airnya, Argentina. Ia bergabung dengan Boca Juniors, salah satu klub raksasa di sana. Selama empat tahun membela Boca, Rojo kembali menunjukkan kualitasnya dan bahkan dipercaya menjabat sebagai kapten tim. Pengalamannya di Eropa dan karakternya yang kuat menjadikannya pemimpin di lini belakang.
Namun, babak baru dalam kariernya dimulai pada Agustus 2025, ketika ia bergabung dengan Racing Club. Kepindahannya ke Racing diharapkan membawa stabilitas dan pengalaman bagi lini pertahanan tim. Sayangnya, harapan itu kini dihadapkan pada kenyataan pahit dengan munculnya konflik yang serius.
Titik Didih Konflik: Menolak Berlatih Demi Estudiantes
Situasi di Racing Club kini mencapai titik didih. Setelah tersingkirnya Racing dari Copa Argentina dan menipisnya harapan mereka untuk meraih gelar liga, ketegangan antara Rojo dan manajemen klub semakin memuncak. Kabar terbaru mengungkapkan bahwa bek tengah itu kini mangkir dari latihan, sebuah langkah ekstrem untuk memaksakan kepindahannya. Rojo sangat ingin kembali ke Estudiantes, klub tempat ia mengawali kariernya dan sempat menjalani masa pinjaman singkat dari Manchester United pada tahun 2020.
Baca Juga :
- Man United Bernapas Lega: Tekanan Berkurang Berkat Skandal City
- Rio Ferdinand Pertanyakan Utang Glazer di Manchester United
Estudiantes sendiri telah menghubungi Rojo. Di usianya yang menginjak 36 tahun, Rojo sangat ingin mengakhiri kariernya di klub yang membesarkannya. Menariknya, klub masa kecilnya itu kini diketuai oleh legenda sepak bola Argentina sekaligus mantan bintang Manchester United lainnya, Juan Sebastian Veron. Kehadiran Veron di Estudiantes tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Rojo.
Pembicaraan Panas dan Masa Depan Kontrak
Pada hari Selasa, Marcos Rojo dilaporkan telah mengadakan pembicaraan langsung dengan ketua Racing Club, Diego Milito, yang juga merupakan mantan striker Inter Milan. Rojo berulang kali menyampaikan keinginannya untuk hengkang dari klub. Namun, pembicaraan tersebut menjadi panas karena kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah. Racing Club tampaknya enggan melepaskan pemain andalannya, sementara Rojo sudah bulat tekadnya untuk pindah. Akibatnya, Rojo kini menolak untuk berlatih.
Estudiantes sendiri membutuhkan Rojo secara mendesak. Mereka tengah menghadapi krisis cedera di lini belakang menjelang laga semifinal Copa Libertadores yang krusial melawan tim Brasil, Flamengo, pada 15 Oktober. Dua bek tengah utama mereka diskors untuk pertandingan tersebut, dan menurut aturan skuad turnamen CONMEBOL, Rojo bisa langsung bergabung dan bermain. Racing Club belum mengakhiri kontrak Rojo, yang akan berakhir pada akhir tahun ini. Gaji Rojo di Racing dilaporkan rendah dan terikat pada klausul produktivitas, yang berarti ia akan dibayar lebih sedikit jika absen dalam pertandingan.
Kontroversi yang Tak Pernah Berakhir
Marcos Rojo dikenal sebagai pemain dengan karakter kuat dan terkadang kontroversial, baik saat di Manchester United maupun setelahnya. Temperamennya yang meledak-ledak seringkali membuatnya terlibat masalah di lapangan. Pada bulan April lalu, ia menerima skorsing empat pertandingan karena menghina wasit setelah diusir keluar lapangan karena memukul lawan di wajah saat Racing kalah dari River Plate.
Berbicara kepada ESPN, Rojo sempat mengungkapkan perasaannya: ‘Saya merasakannya. Saya tidak ingin bermain sebagai korban dan mengatakan semua orang melawan saya. Tapi itulah kenyataannya. Ketika saya bermain bagus, saya tidak mendengar siapa pun membicarakan saya. Tetapi ketika saya melakukan kesalahan sedikit saja, mereka membicarakannya sepanjang minggu dan menuntut kepala saya setelah setiap pertandingan buruk yang saya alami. Ini sedikit mengganggu dan pada akhirnya memengaruhi Anda. Yang saya suka lakukan adalah bermain sepak bola.’
Ia melanjutkan, ‘Saya selalu seperti ini sepanjang karier saya, terlepas dari jersey yang saya kenakan. Saya mencoba memberikan yang terbaik, untuk berjuang dengan semua yang saya miliki. Saya telah membuat kesalahan, tentu. Saya akan terus membuat kesalahan, tentu. Tetapi saya selalu mencoba yang terbaik untuk klub yang saya wakili. Jika saya harus berbicara dengan wasit atau terlibat dalam pertikaian fisik dengan seseorang untuk membela rekan satu tim, saya akan terus melakukannya karena begitulah cara saya bermain dan bagaimana saya memahami sepak bola.’
Legacy Mantan Red Devil dan Masa Depan yang Tak Pasti
Situasi yang dialami Marcos Rojo saat ini menjadi cerminan dari kariernya yang penuh gejolak, bahkan setelah meninggalkan Manchester United. Para penggemar Setan Merah tentu mengingatnya sebagai bek yang memberikan segalanya di lapangan, meski sering dibekap cedera dan temperamennya terkadang di luar kendali. Sikapnya yang ‘tanpa basa-basi’ dan determinasi tinggi adalah ciri khasnya yang membekas di benak pendukung.
Kini, mantan bek Manchester United itu berdiri di persimpangan jalan. Keinginannya untuk kembali ke Estudiantes, didorong oleh panggilan hati dan kebutuhan mendesak klub masa kecilnya, berbenturan dengan kontraknya di Racing Club. Bagaimana drama transfer ini akan berakhir masih menjadi pertanyaan besar, namun satu hal yang pasti, Marcos Rojo terus menghadirkan cerita yang menarik, tak peduli di mana pun ia bermain.
