Bisnis Esports Casemiro Merugi Hampir £1 Juta, Bagaimana Dampaknya Bagi Mantan Bintang MU Ini?

Mantan gelandang Manchester United, Casemiro, dilaporkan mengalami kerugian finansial signifikan dari perusahaan esports miliknya, Case Esports, dengan defisit kumulatif hampir £1 juta selama dua tahun terakhir.

bisnis-esports-casemiro-merugi-hampir-1-juta

reddevilspulse – Nama Casemiro masih hangat di kalangan penggemar Manchester United, terutama setelah kepergiannya dari Old Trafford di akhir musim 2025/26 menuju Inter Miami. Namun, di balik karier sepak bolanya yang cemerlang, mantan gelandang bertahan andalan Setan Merah ini dikabarkan menghadapi tantangan serius di dunia bisnis. Perusahaan esports miliknya, Casemiro Sports Brasil SLU yang beroperasi dengan nama komersial Case Esports, telah mencatat kerugian finansial yang signifikan dalam dua tahun terakhir, dengan total defisit kumulatif mendekati £1 juta.

Bisnis Esports Casemiro

Defisit Hampir Sejuta Poundsterling dalam Dua Tahun

Laporan keuangan terbaru mengungkapkan bahwa entitas esports milik Casemiro menghadapi masa-masa sulit. Selama dua tahun finansial terakhir, perusahaan tersebut telah mengakumulasikan defisit mendekati £1 juta. Secara spesifik, organisasi video game milik gelandang Brasil itu menutup tahun finansial 2025 dengan kerugian bersih sebesar €202.374, atau setara dengan sekitar £173.903. Angka ini menyusul kerugian besar sebesar €842.900 (sekitar £724.317) yang tercatat pada tahun 2024. Jika digabungkan, total kerugian kumulatif perusahaan Casemiro selama dua periode finansial terakhir mencapai kira-kira €1,05 juta, atau sekitar £902.280.

Penurunan finansial ini terjadi meskipun Case Esports telah berupaya mengurangi jejak operasionalnya di Spanyol. Bisnis tersebut menghentikan aktivitas operasional utamanya di Spanyol pada tahun 2024 untuk mengalihkan fokus intinya ke pasar Brasil. Perubahan strategi ini, meskipun diharapkan membawa dampak positif jangka panjang, ternyata memiliki konsekuensi langsung pada pendapatan operasional inti. Sebagai akibat langsung dari penutupan cabang Spanyol, Case Esports mencatat nol pendapatan operasional inti pada tahun 2025, turun drastis dari €90.345 (sekitar £77.634) yang dihasilkan pada tahun sebelumnya.

Pendapatan Lain-lain dan Biaya Operasional yang Tetap Tinggi

Meskipun demikian, perusahaan tersebut berhasil membukukan €52.800 (sekitar £45.371) di bawah kategori ‘pendapatan operasional lain-lain’ pada tahun 2025. Angka ini lebih dari tiga kali lipat dari pendapatan serupa pada tahun 2024. Namun, laporan keuangan tahunan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sumber pasti dari aliran pendapatan ini, meninggalkan pertanyaan mengenai bagaimana peningkatan signifikan tersebut dicapai di tengah transisi bisnis.

Di sisi pengeluaran, biaya operasional perusahaan tetap tinggi relatif terhadap pendapatannya, sebagian besar didorong oleh kewajiban gaji karyawan yang berkelanjutan. Biaya personel untuk tahun 2025 mencapai €187.517 (sekitar £161.136) untuk mempertahankan tim yang terdiri dari dua karyawan yang masih dipertahankan oleh perusahaan di Spanyol. Meskipun jumlah ini merupakan pengurangan yang signifikan dari €460.172 (sekitar £395.432) yang dihabiskan untuk staf pada tahun 2024, biaya tersebut masih membebani laba bersih perusahaan.

Di sisi lain, item ‘beban operasional lain-lain’ mengalami penurunan tajam, anjlok dari €413.223 (sekitar £355.088) menjadi €10.656 (sekitar £9.157). Penurunan ini menunjukkan bahwa ada upaya signifikan untuk memangkas biaya non-personel, kemungkinan besar terkait dengan penutupan operasi di Spanyol dan fokus ulang pada pasar Brasil.

Baca Juga :

Perjalanan Bisnis yang Penuh Tantangan Sejak Awal

Laporan keuangan terbaru ini menyoroti lintasan yang penuh tantangan bagi usaha esports Casemiro sejak awal berdirinya. Casemiro mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 2020 dengan ambisi awal untuk mencapai titik impas (break even) dalam waktu satu tahun. Namun, kenyataannya jauh dari harapan. Bisnis tersebut mengakhiri operasionalnya di Spanyol dengan kerugian kumulatif lebih dari €7 juta (sekitar £6 juta). Kerugian besar ini harus terus-menerus ditutupi melalui kontribusi finansial dari para anggotanya, yang menunjukkan dukungan kuat dari pemegang saham, termasuk Casemiro sendiri, untuk menjaga kelangsungan perusahaan.

Per 31 Desember 2025, total aset untuk Casemiro Sports Brasil SLU tercatat sebesar €1,5 juta (sekitar £1,29 juta), peningkatan 3,5 persen secara tahunan. Ini termasuk aset tetap berwujud sekitar €750.000 (sekitar £645.000) dan piutang dagang sebesar €475.831 (sekitar £408.888). Total ekuitas dilaporkan sebesar €121.540 (sekitar £104.441), yang terdiri dari modal terdaftar €3.000 (sekitar £2.578), akumulasi kerugian tahun-tahun sebelumnya sebesar €6,75 juta (sekitar £5,80 juta), dan kontribusi modal dari pemegang saham yang melebihi €7 juta (sekitar £6 juta). Kewajiban lancar tetap tinggi, sedikit di bawah €1,4 juta (sekitar £1,2 juta), dengan utang jangka pendek melebihi €1,5 juta (sekitar £1,29 juta) dan utang dagang menyumbang €164.664 (sekitar £141.498).

Kerugian Bisnis yang Tak Terlalu Mengkhawatirkan Casemiro

Meskipun bisnis esportsnya mengalami masalah finansial, kerugian ini kemungkinan besar tidak akan membuat Casemiro kehilangan banyak waktu tidurnya. Kekayaan yang telah ia kumpulkan selama karier bermainnya sangatlah besar. Selama empat musim membela Manchester United, Casemiro adalah salah satu pemain dengan gaji tertinggi. Gelandang tersebut dilaporkan mendapatkan sekitar £350.000 per minggu selama waktunya di United.

Artinya, kerugian tahunan terbaru sebesar £174.000 yang dialami perusahaan esportsnya hanya merupakan sekitar setengah dari gaji satu minggu Casemiro saat masih berseragam Setan Merah. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun kerugian bisnisnya signifikan dalam konteks perusahaan rintisan, secara pribadi, Casemiro memiliki bantalan finansial yang sangat kuat untuk menanggungnya.

Petualangan Casemiro Setelah Old Trafford

Casemiro bergabung dengan Manchester United dari Real Madrid pada tahun 2022 dan dengan cepat menjadi sosok kunci di lini tengah. Ia membuat 160 penampilan untuk klub di semua kompetisi, mencetak 26 gol, sebelum kontraknya berakhir pada akhir musim 2025/26. Setelah itu, ia mengambil keputusan untuk hijrah ke Amerika Serikat dan bergabung dengan Inter Miami, menandai babak baru dalam karier bermainnya.

Meskipun karier sepak bolanya tampaknya masih jauh dari kata usai, Casemiro terus aktif mengelola portofolio bisnisnya di luar lapangan hijau. Selain tim esportsnya, Casemiro yang kini berusia 34 tahun, juga mengakuisisi saham di klub Spanyol, Marbella FC, pada Juni 2024, bergabung dengan tim Andalusia tersebut sebagai pemegang saham. Hal ini menunjukkan ambisinya untuk tetap terlibat dalam dunia sepak bola, tidak hanya sebagai pemain tetapi juga sebagai investor dan pengusaha.

Masa depan Case Esports mungkin masih penuh ketidakpastian seiring dengan pergeseran fokus ke Brasil dan upaya untuk mencapai profitabilitas. Namun, dengan dukungan finansial pribadi Casemiro yang kuat dan portofolio investasinya yang semakin beragam, tampaknya ia tetap optimistis untuk menavigasi tantangan di dunia bisnis.